Rabu, 10 Maret 2021

                                          PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

“PEMURNIAN GARAM DAPUR”

 

 

 

Nama                    : PAULINA ERIKA MANURUNG

Nim                       : A1C118062

Kelas                     : REGULER A

Kelompok             : 1

Hari/Tanggal        : Jumat, 5 Maret 2021

 

Dosen Pengampu :

Drs. Abu Bakar, M.Pd

 

 

Nama Asdos :

Indah (RSA1C117005)

Misnawati (RSA1C117004)

Putri Iga Noviyanti (RSA1C117002)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


     Natrium klorida (NaCl) adalah salah satu bahan utama digunakan dalam pemrosesan alami, memainkan peran penting dalam kualitas teknologi, mikrobiologi, dan sensorik. Bahan ini, adalah sumber utama natrium, suatu unsur ditargetkan untuk pengurangan seluruh rantai produksi makanan olahan, terutama produk daging. Natrium klorida (NaCl) telah dijelaskan oleh banyak orang sebagai senyawa prooksidan yang mampu mempengaruhi perkembangan dan intensitas reaksi lipid pada salamis. Efeknya pada oksidasi lipid tampaknya disebabkan oleh aksi reaktif ion klorida pada lipid  atau kesolubilisasi besi dengan ion klorida, merangsang peroksidasi lipid .

  Proses kristalisasi yakni potensial kimia antara larutan dan fasa padatan yang dilakukan pada keadaan supersaturated yaitu pendinginan, penguapan dan penambahan antisolvent. Kristalisasi antisolvent merupakan metode pemisahan dan pemurnian yang efektif. Penggunaan antisolvent dalam proses kristalisasi ini mengurangi kelarutan suatu zat terlarut dalam larutan dan membentuk kristal secara cepat. Dilakukan pemurnian dengan penambahan antisolvent melalui proses kristalisasi yang mengindikasikana adanya tingkat pemulihan likopen yang cukup tinggi. Parameter eksperimen kristalisasi sangat mempengaruhi mekanisme pembentukan partikel dan mengatur bentuk ukuran kristal dan distribusinya.


Dalam percobaan ini dipelajari dengan cara memurnikan natrium klorida dari garam dapur dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. Natrium klorida (NaCl) merupakan komponen utama dalam garam dapur. Komponen lain yang bersifat pengotor biasanya berasal dari ion-ion Ca2+, Mg2+, Al3+, Fe3+, SO42-, I- dan Br-. Agar daya larut antara NaCl dengan pengotor cukup besar, maka perlu dilakukan penambahan zat-zat tertentu. Zat-zat penambahan tersebut akan membentuk senyawa terutama garam yang sukar larut dalam air. Selain itu kristalisasi dapat dilakukan dengan cara membuat larutan jenuh dengan menambahkan ion sejenis ke dalam larutan zat yang akan dipisahkan.
Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai suatu fase padat keluar dari larutan. Endapan mungkin berupa Kristal (kristalin) atau koloid, dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan atau pemusingan (centrifuge). Endapan terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan (s) suatu endapan, menurut definisi adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan bergantung dari berbagai kondisi, seperti suhu, tekanan, konsentrasi bahan-bahan lain dalam larutan itu, dan pada komposisi pelarutnya. Kelarutan endapan bertambah besar dengan kenaikan suhu, meskipun dalam beberapa hal yang istimewa (seperti kalium sulfat), terjadi yang sebaliknya.
   NaCl merupakan komponen utama penyusun garam dapur. Komponen lainnya merupakan pengotor biasanya berasal dari ion-ion Ca2+, Mg2+, Al3+, SO42-, I- dan Br. Agar daya larut antar NaCl dengan zat pengotor cukup besar maka perlu dilakukan penambahan zat-zat tertentu. Zat-zat tambahan itu kan membentuk senyawa terutama garam yang sukar larut dalam air, selain itu rekristalisai dapat dilakukan dengan cara menambahkan ion sejenis ke dalam larutan zat yang akan dipisahkan.
     Pada kristalisasi melalui penguapan, untuk mendapatkan larutan garam yang murni yang terbebas dari pengotor-pengotornya harus diberikan zat yang dapat menarik zat pengotor tersebut, dalam hal ini digunakan CaO dan Ba(OH)2Pelarut CaO berfungsi untuk dapat mengikat pengotor berupa Ca2+, Mg2+ atau Fe3+ dalam bentuk endapan yang terdapat dalam garam dapur. Ba(OH)2  berfungsi untuk menghilangkan endapan atau mencegah terbentuknya endapan lagi karena penambahan CaO.


























Minggu, 26 April 2020

JURNAL PERCOBAAN 8

JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK 1
DISUSUN OLEH :
PAULINA ERIKA MANURUNG
(A1C118062)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSUURIZAL,M.Si
PROGAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020




                                                                       PERCOBAAN 7



I. JUDUL : Kromatografi lapis tipis dan kolom
II. HARI,TANGGAL : Rabu, 29 april 2020
III. TUJUAN   : adapun tujuan melakukan pratikum ini adalah
                          1. untuk memisahkan pigmen tumbuhan dengan cara kromatografi kolom
                          2. untuk mengetahui teknik-teknik dasar kromatografi lapis tipis dan kolom
                          3. untuk memisahkan suatu senyawa dari campurannya dengan kromatografi lapis
                              tipis dan memurnikannya dengan kolom


IV. LANDASAN TEORI
   
 teknik kromatografi ,suatu campuran senyawa dipisah akan menjadi kompenennya berdasarkan pendistribusian zata antara dua fase, dua fase tersebut ialah fase diam dan fase gerak. azas penting pada kromatografi yaitu senyawa yang berbeda memiliki koifisien kontribusi yang berbeda diantara dua fase. suatu senyawa berhubungan lemah dengan  fase diam akan lama tinggal pada  fase gerak dan juga dapat beegerak cepat dalam suatu sistem kromatografi dan begitu juga dengan senyaw yang berhubungan kuat akan mendapatkan hasil kebalikan dari senyawa yang berhubungan lemah ( tim penuntun kimia organik 1,2020)
    suatu teknik kimia organik terkuhus yang sering di pakai dalam memisahkan campuran zat menjadi kompenen-kompenen penyusunnya, sampai kompenen kompenen  dapat dianaisi secara semua yaitu kromatografi. kromatografi memiliki bebera jenis ialah kromatgrafi lapis tipis,kromatografi cair, kromatografi gas, kromatografi penukar ion ,kromatografi afinitas dimana memakai prinsip sama (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/04/10/325teknik-pemisahan-dengan-khromatografi/)
       Pada saat pemisahan digunakan teknik kromatografi akan terdapat kecenderungan dari molekul-molekul kompenennya dapat melaut di dalam cairan, . pada permukaan halus, melakukan reaksi kimia serta pada pori-pori fase diam molekul kompenen dapat tereklusi. dari berbagai pendapat bahwa teknik kromatografi mempunyai kesamaan dengan teknik  pemisahan ekstraksi ( alimin,2007)
    teknik kromografi terbagi atas beberapa teknik yang didasarkan pada fase , mekanisme dan juga bentuk geometrinya. kromatgrafi kolom ialah jenis dari  teknik kromatografi .teknik pemisahan dilakukan dengan memakai kolom sebagai alat untuk memisahkan kompenen zat dari campuran disebut kromatografi kolom . teknik kromatografi kolom sering dipakai untuk memisahkan zat yang bersifat organik dan mempunyai sifat mudah menguap ( yazid,2005)
    proses pemisahan kromatografi kolom  sangat dibutuhkan bahan kimia dalam jumlah yang banyak digunakan sebagai fase diam dan fase gerak. pada perlakuan pemisahan dengan teknin ini memiliki kekurangan yaitu waktu yang digunakan untuk memisahkanzat dari campurannya memerlukan waktu berjam-jam dan hasil yang didapat tidak sempurna dikarenakan  terjadi tumpang tindih pada pita kompenen dengan kompenen lain ( hendayana,2006)

V. ALAT DAN BAHAN
5.1  Alat
·      Plat TLC
·      Gelas Piala
·      Pipet Tetes
·      Alat Kromatografi Kolom
·      Gelas ukur
5.2  Bahan
·      Etanol
·      Metanol
·      Klorofom
·      Etil asetat
·      N-heksan
·      Aseton
·      Ekstark tanaman
·      Aquades
·      Glass Wool
·      Silika gel

VI. PROSEDUR KERJA
6.1 Kromatografi Lapis Tipis
1.  Disiapkan Plat TLC
2.  Dibuat larutan pengembang dalam gelas piala 1L  dengan komposisi Etanol : Metanol : Kloroform : Etil- Asetat : n-heksan : Aseton ( 40 : 68 : 108 : 115 : 140 : 152 ) ml
3.  Dibuat 10 larutan sampel daari 10 ekstrak tanaman dengan 5 ml metanol
4. Masing- masing diambil larutan sampel yang sudah di ekstrak dibubuhkan ( ditotolkan ) diatas pelat TLC dengan jarak kira-kira 1cm dari tepi pelat kaca.
5.  Dikeringkan noda sampel dan standard dengan dryer (ditiup)
6.  Dimasukkan pelat ke dalam bejana pengembang
7.  Dibiarkan proses ini berlangsung sampai garis mencapai 1 cm dari tepi atas pelat
8.  Diangkat pelat dari bejana, lihat noda dengan lampu UV atau dibuat larutan dengan serium sulfat
9.  Dihitung dan bandingkan semua Rf yang diperoleh.
6.2 Kromatografi Kolom
1.      Disiapkan 10 ekstrak daun
2.      Disiapkan kolom kromatografi
3.      Disumbat bagian bawah kolom dengan glass wool
4.      Dimasukkan silika gel kedalam larutan pengembang yang telah dibuat di awal
5.      Larutan tersebur kemudian dimasukkan kedalam kromatografi kolom
6.      Dimasukkan sampel yang akan di kromatografi
7.      Pelarut harus terus-menerus diteteskan kedalam kolom
8.      Tetesan yang keluar dari kolom ditampung dengan beberapa tabung reaksi bersih dan dipisahkan berdasarkan warnanya.


Utuk memahami dari percobaan in dapat dihat vidio di link https://youtu.be/OZKuZ_w2Fg0


PERTANYAAN
1.apa faktor yang dapat mempengaruhi kesetimbangan antara hubungan fasa diam dan fasa gerak?
2.pada vidio dijelaskan eluen yang digunakan pada saat proses kromatografi yaitu eluen yang telah dijenuhkan. bagaimana kita dapat melihat eluen tersebut sudah jenuh atau tidak jenuh?  
3. berdasarkan dari vidio apa fungsi disinari lempeng KLT dengan sinar UV?












Selasa, 21 April 2020

jurnal percobaan 7

JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK 1






DISUSUN OLEH :
PAULINA ERIKA MANURUNG
(A1C118062)


DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSUURIZAL,M.Si




PROGAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020


PERCOBAAN 7




  I.  Judul             : Pembuatan sikloheksanon
 II. Hari,tanggal  : Rabu, 22 april 2020
III. Tujuan           : adapun tujuan dari pratikum ini adalah :
                             1. untuk melakukan oksidasi alkohol sekunder alisiklik
                             2. untuk memahami bahwa tidak hanya alkohol skunder alifatis biasa saja yang 
                                 dapat dioksidasi tetapi alkohol juga alkohol skunder alifatik

IV. Landasa teori
      salah satu contoh dalam pembuatuan sikloheksanon ialah oksdasi skunder alisiklik dapat menjadi keton alisklik  caranya dengan oksidator kalium dikromat saat suasana asam.  pembentukan sikloheksanon diawali dengan tahapan oksidasi  dengan reaksi aliminasi dari elkil aster asam kromat tersebut. dalam memisahkan sikloheksanon dari campuran reaksi dapat dilakukan dengan tahap permurnian dengan melakukannya sesuai dengan sifat -sifat fisiknya ( tim penuntun kimia organik I,2020).
   Menurut krisbiyantoro (2008) , sifat sifat senyawa keton sebagai berikut:
1. terdapat bau yang fresh dan dapat larut dalam air
2. suku-suku tengah tidak dapat larut didalam air
3. suku-suku tinggi dapat membentuk padatan
4. mudah diadisi
5. cuma bisa berpolimerisasi kondensasi
6. dapat bereaksi dengan halogen
7. tidak terjadi dioksidasi
     salah satu senyawa organik yang sering disebut senyawa organik yang mana karbon karbonilnya disambungkan dengan yang lainnya disebut keton. keton itu tidak mengandung atom hidrogen yang terikat dengan gugus karbonil  ( wilbran,1992)

  reaksi senyawa-senyawa organik, reaksi redoks dapat dihubungkan dengan pengiriman oksigen dan hidrogen. bila salah satu senyawa dapat menyatukan oksigen  atau juga dapat melepaskan hidrogen oleh karena itu mengalami oksidasi, begitu pula sebaliknya bila menyatukan hidrogen atau melepaskan oksigen maka terjadi mengalami reduksi ( frieda nurlida,2000)
  reaksi-reaksi yang tejadi pada alkohol diantara nya reaksi subtitusi , reaksi oksidasi, reaksi eliminasi. reaksi yang  dapat dimanfaatkan untuk membedahkan atara alkohol primer,alkohol tersier dan skunder disebut reaksi oksidasi . alkohol skunder hanya dapat dioksidasi menjadi keton. alkohol tersier  tidak terjadi reaksi oksidasi ( fessenden,1982)




V. alat dan bahan
5.1. alat
  • gelas kimia
  • erlemeyer
  • labu bundar
  • corong
  • penangas udara
  • alat destilasi
5.2 Bahan
  •     Kalium dikromat 20,5 gr
  • magnesium sulfat hidrat 
  • petrolium eter 12 ml
  • asam sulfat pekat 18 gr 
VI. prosedur kerja

1.  Menimbang 20,5 gram kalium bikromat dan melarutkannya dalam 100 ml aqudest.
2.  Menambahkan dengan hati-hati 10 ml asam sulfat pekat ke dalam larutan kalium bikromat dan mendinginkan campuran sampai suhu 30°c

3.  Memasukkan 10 ml sikloheksanol dalam Erlenmeyer bertutup asa.

4.  Menambahkan larutan kalium bikromat ke dalam Erlenmeyer bertutup asa yang berisi larutan sikloheksanol sedikit demi sedikit.

5.  Mengocok sampai campuran bercampur dengan baik.

6.  Mendinginkan bagian luar labu dengan air dingin pada suhu mulai 55°c.

7.  Mengatur temperature campuran agar tidak kurang dari 50°c dan tidal lebih dari 60°c.

8.  Mendinginkan campuran di udara apa bila temperature tidak melebihi 60°c sambil sesekali dikocok.

9.  Memindahkan campuran ke dalam labu destilasi 500 ml dan menambahkan 100 ml aquadest, kemudian memasang pendingin untuk destilasi.

10.  Mendestilasi campuran sampai diperoleh kira-kira 65 ml destialat.

11.  Menjenuhkan campuran dengan 13 gram NaCl, kemudian memisahkan lapisan sikloheksanon ( lapisan atas ).

12.  Mengambil lapisan atas (siklohesanon) dan bawah (air).

13.  Mengekstraksi lapisan bawah (air) dengan 12 ml petroleum eter.

14.  Mencampurkan hasil ekstrak dengan sikloheksanon lalu menambahkan 3 gram MgSO4 anhidrat.

15.  Memipet laruran yang telah dikeringkan , kemudian menimbang berat sampel.
untuk perlakuan percobaan ini dapat dilihat pada link : https://youtu.be/PKsWgJdvLec

pertanyaan :
1. apa yang terjadi ketika amonia dimasukan kedalam tabung reaksi?
2. mengapa harus ditambahkan sikloheksanol untuk mendapatkan gas berwarna coklat?
3. mengapa cairan harus didingankan untuk mendapatkan cairan padat  ?

   

Senin, 13 April 2020

jurnal percobaan 6

JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK 1






DISUSUN OLEH :
PAULINA ERIKA MANURUNG
(A1C118062)


DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSUURIZAL,M.Si




PROGAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020









Percobaan 6


I. JUDUL                        : Reaksi -reaksi alkohol dan fenol
II. HARI,TANGGAL     : Rabu, 15 april 2020
III. TUJUAN                  :   adapun tujuan melakukan pratikum ini adalah 
                                           1.  dapat  mengetahui perbedaan sifat-sifat fenol dan alkohol
                                           2.  dapat mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan
                                                untuk membedahkan antara senyawa -senyawa alkohol dan fenol
                                           3.  dapat mengetahui azas-azas dari reaksi tersebut pada b
IV. LANDASAN TEORI         
       pada alkohol dan fenol terdapat gugus hidroksida yang dapat membentuk ikatan hidrogen antara molekul-molekul dengan  senyawa yang serupa dengan air.   fenol dapat berubah jika direaksikan pada larutan basa yang dapat berubah menjadi garam natrium. garam natrium pada umumnya dapat larut di air.alkohol terdiri ats beberapa jenis yaitu : alkohol primer,alkohol skunder, dan alkohol tersier.akhol memiliki kecepatan reaksi berbeda-beda dengan suatu reagent dan juga mendaptkan hasil yang berbeda, tergantung akan alkoholnya .Alkohol skunder dan primer dapat lebih mudah teoksidasi berbeda dengan alkohol tersier yang tidak ( tim penuntun kimia organik 1,2020)

  Suatu senyawa yang sering kita gunakan di kehidupan kita adalah alkohol dan fenol. alkohol akan bereaksi beraksi akan membentuk beberapa turunan ,misalnya alkhil halida dari reaksi subtitusi pada senyawa-senyawa halogen . alkohol dapat mengalami dehidrasi yang membuat senyawa tak jenuh, oleh sebab itu alkohol mudah bereaksi sampai dapat menjadi bahan diskusi yang penting pada kimia organik. alkohol memiliki sifat fisik dan kimia  yaitu : titik didih, ikatan hidrogen,efek gaya van der waals, kelarutan dalam air ,dan sifat keasaman ataupun kebasaan alkohol (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/28/reaksi-alkohol-dan-fenol298/ )
     Kegunaan etanol adalah antara lain  : sering dipakai sebagai pelarut bahan kimia organik,sebagai senyawa untu zat pewaerna,sebagai obat sintesis, koemetik.Etanol adalah bagian dari minuman alkohol. Etanol merupakan jenis alkohol yang memiliki sebagian racun atau juga dpat dikatakan yang paling sedikit beracun (chang,2008).
    akohol ialah turunan dari alkena . akan tetapi pada atom H yang terikat dengan atom C dan diubah dengan gugus OH  . oleh sebab itu nama dari alkohol diambil dari alkana, jadi akhiran A diubah menjadi ol. Posisi gugus OH yang terikat dapat dikatakan dengan angka ataupun dapat di ambil dari kata alkil dan ditambahkan dengan alkohol ( chang ,2004) .
 pada penamaan alkohol mempunyai 2 cara antara lain trival dan sistematik. pada nama trival alkohol (akan menjadi nema pokok untuk gugus  ( subtituent) ). pada nama sistematik akan  dibuat nama dengan akhiran ol, yang pada gugus OH akan menjadi nomor terkecil dari ujung rantrai yang telah terikat. semua nama alkohol yang sering dikatakan sebagai turunan methanol disebut karbinol ( Rasyid,2010).

V. ALAT DAN BAHAN 
5.1. alat 
  • tabung reaksi
  • batang pengaduk
  • bak air
  • stopwatch
  •  pipet tetes
5.2 bahan
  • 2-propanol
  • fenol
  • aseton
  • etanol
  • sikloheksanol
  • larutan FeCl3 10 %
  • sek-butil alkohol
  • 2-naftol
  • asam asetat glasial
  • o-kresol
  • 1-propanol
  • etilen glikol
  • n-butil alkohol
  • asam sulfat pekat
  • resorsinol
  • trifenil karbinol
  • reagent lucas
  • larutan NaOH 10%
  • larutan brom dalam ai
  • reagent bordwell 
VI. PROSEDUR KERJA 
6.1 Kelarutan
a. 6 tabung reaksi ; dimasukkan 0.5 mL atau 0.2-0.5 gram dari masing-masing senyawa:
   Etanol, n-buti;, alkohol, ter-butil alkohol, sikloheksanol, etil glikol, dan fenol.
b. Ditambahkan 2 mL kedalam tiap tabung.
c. Diamati dan dicatat hasil pengamatan.
6.2 Reaksi Dengan Alkali
a. 4 tabung reaksi ; dimasukkan 0.5 mL atau 0.2-0.5 gram dari masing-masing senyawa:
   n-butil alkohol, sikloheksanol, fenol dan 2-naftol.
b. Ditambahkan 5 mL larutan NaOH 10% kedalam tiap tabung.
c. Dikocok dan diamati hasil.
6.3 Reaksi Dengan Natrium 
a. Tabung Reaksi ; ditempatkan 3 mL dari senyawa 1-propanol, 2-propanol dan 0-Krenol
b. Ditambahkan sepotong logam Natrium
c. Ditambahkan beberapa tetes indikator PP
d. Ditambahkan etanol secukupnya.
e. Hasil
6.4 Pengujian Lucas
a. 4 tabung reaksi ; dimasukkan 2 mL reagen Lucas.
b. Ditambahkan kira-kira 5 tetes alkohol.
c. Dicatat waktu yang diperlukan larutan hingga menjadi keruh.
d. Diuji utanol, 2-butanol, sikloheksanol, ter-butil alkohol.
e. Hasil
6.5 Oksidasi Dengan Asam Kromat
a. 5 tabung reaksi ; dimasukkan 1 mL aseton
b. Ditambahkan 1 tetes alkohol
c. Dikocok hingga larutan jenuh
d. Ditambahkan 1 tetes reagen Bardwell-Wellman sambil di kocok.
e. Diuji dengan 2-butanol, terbutil alkohol, kalestrol dan trifnil karbinol.
f. Hasil
6.6 Reaksi Fenol Dengan Brom
a. Tabung Reaksi ; dimasukkan air brom kedalam 0.1 gram fenol didalm air sambil dikocok sampai 
    warna kuning stabil.
b. Diamati perubahan
c. Hasil
6.7 Reaksi Fenol Dengan Besi (III) Klorida
a. 3 tabung reaksi ; dilarutkan 1-2 tetes senyawa yang akan di uji dalam 5 mL air
b. Diteteskan 1-2 tetes besi (III) klorida
c. Diaduk dan diamati hasilnya
d. Diuji fenol, resorsinol dan 2 propanol dan dicatat hasilnya.

Vidio percobaan ini dapat dilihat pada link
https://www.youtube.com/watch?v=2dl3A6f5heo

pertanyaan
1. pada saat identifikasi fenol. uji apa saja yang digunakan didalam vidio ? jelaskan!
2.coba jelaskan perbedaan antara alkohol dengan  fenol?
3. pada saat dilakukan uji oksidasi dengan asam kromat, bagaimana kita dapat mengetahui jenis alkohol yang kita gunakan ?
 
   

Selasa, 17 Maret 2020

jurnal percobaan 5

JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK 1






DISUSUN OLEH :
PAULINA ERIKA MANURUNG
(A1C118062)


DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSUURIZAL,M.Si




PROGAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020









Percobaan 5


I. Judul                      : Reaksi- reaksi aldehida dan keton
II. Hari, tanggal        : rabu ,18 maret 2020
III. Tujuan                : adapun tujuan dilakukan pratikum ini ialah :
            1. untuk memahami azas-azas senyawa karbonil
                                  2. untuk memahami perbedaan reaksi antara aldehid dan keton
                                                3. untuk menjelaskan  jenis-jenis pengujian kimia sederhana yang dapat membedahkan aldehid dan keton



IV. Landasan teori
     Aldehid dan keton sama-sama memiliki  gugus yang sama ialah gugus karbonil. jadi pada umumnya sifat kimia itu sama tehadap karbonil. aldehid bereaksi lebih cepat dari keton  dimana memiliki preaksi yang sama. peristiwa tersebut terjadi akibat karen atom karbon dari aldehid tidak terlalu terlindung daripada keton.  pada percobaan ini akan dilakukan pemeriksaan persamaan dan perbedaan antara reaksinaldehid dengan keton.
   Aldehid lebih mudah malkukan reaksi oksidasi menjadi asam karbosilat yang memiliki kandungan banyak  atom yang   memiliki jumlah yang sama,  tetapi keton tidfak menjalankan reaksi yang sama , disebabkan oksidasi terjadi pemutusan ikatan karbon-karbon  yang mendapatkan hasil 2 asam  karbosilat dengan jumlah atom karbon yang memiliki sedikit debandingkan asam karbosilat  (tim penuntun kimia organik 1,2020).
      prinsip dasar  dalam mendalami jenis-jenis reaksi dengan senyawa karbonil yang terkhusus aldehid dengan keton ialah moleh polar dikarenakan mempunyai ikatan karbonil yang terdapat momen dipol antara ikatan rangkap karbon dengan oksigen. aldehid dan keton tidak mempunyai ikatan hidrogen  donor yang mana tidak bisa mendonasikan proton, jadi titik didih lebih rendah dibandingkan alkohol  walau memiliki masaa molekul yang menyerupai dengan senyawa keton  ataupun aldehid. oleh sebab itu senyawa-senyawa aldehid dan keton berperan sebagai aseptor ikatan hidrogen  yang mengakibatkan senyawa aldehid dan keton larut didalam air http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/20/reaksi-reaksi-aldehid-dan-keton198/
     Aldehid dan keton mempunyai reaksi-reraksi sebagi berikut reaksi oksidasi dan reaksi reduksi disebut aldehid. aldehin ialah lebih mudah dioksidasi dengan asam lemah. Reaksi reduksi  terdiri atas 3 bagian ialah reduksi menjadi alkohol, reduksi menjadi hidrokarbon  dan reaksi  reduksi menjadi pinakal. aldehid dan keton mempunyai sifat-sifat kimia disebabkan  karena aldehid dan keton tidak terdapat hydrogen yang terikat pada oksigen  oleh sebab itu tidak terjadi ikatan hydrogen, misalnya pada alkohol. aldehid dan keton adalah polar dan bisa membentuk gaya tarik merik elektrosttatik yang relafit antar molekulnya ( Hart,2009)
 suatu senyawa yang memuat  gugus karbonil yang terikat pada satu atau dua atom hiydrogen.mempunyai sifat yang reaktif dibandingkan alkohol. dapat mengalami reaksi adisi. Ciri -ciri dari aldehid yaitu dapat dapat berwujud gas pada suhu kamr dengan bau yang tidak sedap, sampai titik didihnya tinggi dan juga tidak terdapat warna ( Aston, 2013)
   senyawa organik yang memiliki 1 gugus yang terikat pada 2 gugus alkil disebut keton.  keton mempunyai sifat yang polar , sehingga gugus karbonilnya bersifat polar dan  lebih gampang untuk menguap dibanding dengan alkohol dan asal karboksilat. keton memiliki  ciri-ciri seperti  cairan yang tidak memiliki warna dan biasanya dapat larut dalam air. Keton memilki titik didih yang relatif tinggi dibandingkan dari senyawan yang non polar dan bisa direduksi oleh gas H2 yang akan memperoleh alkohol sekundernya ( Palling, 2012 )

V. Alat dan bahan
 5.1 Alat
alat yang kami gunakan pada percobaan ini yaitu :
  1. gelas piala
  2. tabung reaksi
  3. corong buchner
  4. pipet tetes
  5. peralatan untuk merefluk
  6. batang pengaduk
  7. penutup tabung
  8. tabung uji
  9. tabung reaksi besar
 10. penangas
 11 . corong hirsch
 12. erlenmeyer

5.2 Bahan
  1.    NaOH 1%
  2.  pereaksi tolens
  3. asetaldehid
  4. perak nitrat 5 %
  5. kalium iodida
  6. NaOH 5 %
  7.  iodium iodida
  8. amonium hidroksid 2%
  9.   iodium
  10.  benzaldehid
  11. natrium asetat trihidrat
  12. aseton
  13. hidroksilamin HCl
  14. sikloheksanon
  15. 2,- dinitrofenilhidrazin
  16. formalin
  17. metanol
  18. pereaksi benedict
  19.  penilhidrazin
  20. natrium sitrat
  21. HCl pekat
  22.  natrium karbonat
  23. etanol
  24. aquades
  25. air es
  26.  CuSO4.5H2O
  27. NaHSO3 jenuh
  28. peraksi feling
  29. n-heptanaldehid
  30.  natrium kalium tetrat
  31. NaOH 10 %
  32. formaldehid
  33. tisu
 

     
VI. Prosedur kerja
6.1 Uji cermin kaca, Tollens.
1. Disiapkan 4 tabung reaksi yang berisi pereaksi Tollens
2. Disiapkan satu tabung reaksi yang bersih sekali, ke dalam 2 ml larutan nitrat 5%,
3. Ditambahkan 2 tetes larutan NaOH 5% lalu ditambahkan tetes demi tetes sambil diaduk larutan amonium hidroksida 2% hanya secukupnya
4. Diuji benzaldehid, aseton, sikloheksanon dan formalin. Dengan jalan menambahkan masing-masing 2 tetes bahan tersebut ke dalam tabung uji
5. Diaduk campuran dan di diamkan selama 10 menit,
6. Di panaskan tabung dalam kenanga air selama lima menit.
7. Diamati apa yang terjadi

6.2 Uji Fehling dan Benedict
1. Ditambahkan 5 ml pereaksi benedict ke dalam masing-masing 4 tabung reaksi. Cara pembuatan : Larutan 173 gr Natrium Sitrat da 100 gr Natrium Karbonat dalam 750 aquades. Diaduk, disaring lalu ditambahkan perlahan larutan 17,3 gr CuSO4dalam 100 ml air ke dalam filtrat. Di encerkan hingga volume total 1l.
2. Atau 5 ml pereaksi Fehling yang masih fresh (Cara membuat : larutan A=69 gr CuSO4. 5H2O dalam 1 L air suling, larutan B = 346gr natrium kalium tartrat atau garam Rochelle di dalam larutan NaOH 10%, artinya larutan A dan B sama banyak, setelah itu dicampurkan). Ke dalam masing-masing tabung ditambahkan beberapa tetes bahan yang akan diuji. Ditempatkan tabung reaksi dalam air mendidih selama 10-15 menit. Di uji Formaldehid, n-heptanaldehid, aseton dan sikloheksanon.

6.3 Adisi bisulfit
1. Dimasukkan 5 ml larutan NaHSO3 jenuh ke dalam erlenmeyer 50 ml
2. Didinginkan larutan dalam air es
3. Ditambahkan 2,5 ml aseton tetes demi tetes sambil diaduk
4. Setelah 5 menit ditambahkan 10 ml etanol untuk memulai kristalisasi
5. Disaring kristal dengan corong hirsch.
6. Amati spa yang akan terjadi bila kristal dalam tabung reaksi ditambahkan beberapa tetes HCl pekat

6.4 Pengujian dengan Fenilhidrazin
1. Dimasukkan 5 mL fenilhidrazin ke dalam tabung
2. Ditambahkan 10 mL bahan yang akan diuji
3. Ditutup tabung reaksi dan diguncang dengan kuat selama 1-2 menit hingga mengkristal
4. Disaring kristal dengan corong Hirsch
5. Dicuci dengan sedikit air dingin dandirekristalisasi dengan sdikit metanol dan etanol
6. Dikeringkan dan ditentukan titik lelehnya
7. Dilakukan pengujian terhadap benzaldehid dan sikloheksanon
8. Dengan cara yang sama, digunakan 2,4-dinitrofenilhidrazin
9. Dibuat turunan benzaldehid dan sikloheksanon
10. Ditentukan titik lelehnya

6.5 Pembuatan Oksim
1. Dilarutkan 1 gr hidroksilamin dan 1,5 gr natrium asetat trihidrat di dalam 4 ml air, di dalam erlenmeyer 50 mL
2. Dipanaskan larutan sampai 35°C
3. Ditambahkan sikloheksanon
4. Ditutup labu dan digoncangkan selama 1-2 menit, pada waktu mana zat padat sikloheksanon-oksim akan terbentuk
5. Didinginkan labu dalam lemari es
6. Disaring kristal dengan corong Hirsch
7. Dicuci dengan 2 mL air es
8. Dikeringkan
9. Ditentukan titik lelehnya

6.6 Reaksi Haloform
1. Dimasukkan 5 tetes aseton dalam 3 mL larutanj NaOH 5%
2. Ditambahkan sekitar 10 mL larutan iodium iodida (cara buatnya: larutkan 25 gr iodium di dalam larutan 50 gr kalium iodida dalam 200 mL air)
3. Sambil digoncang-goncangkan sampai warna coklat tidak hilang lagi
4. Iodoform yang berwarna kuning akan mengendap dan baunya yang khas
5. Dilakukan pengujian terhadap isopropanol, 2-pentanon, dan 3-pentanon

6.7 Kondensasi Aldol
1. Ditambahkan 0,5 mL asetaldehid ke dalam 4 mL larutan NaOH 1%
2. Digoncangkan dan dicatat bau khasnya (sisa asetaldehid)
3. Dididihkan campuran reaksi selama 3 menit
4. Dicatat hati-hati bau tengik dari krotonaldehid.
5. Disusun peralatan untuk merefluks
6. Dalam labu 50 mL ditempatkan etanol, 1 mL aseton, 2 mL benzaldehid, dan 5 mL larutan NaOH 5%
7. Campuran direfluks selama 5 menit
8. Didinginkan labu dan dikumpulkan kristal dengan corong Bruchner. Bisa direkristalisasi dengan etanol
9. Ditentukan titik lelehnya


 vidio dapat dilihat di link https://youtu.be/zd50ddGdht8
pertanyaan :
1. apa kegunaan formalin yang digunkan pada vidio?
2.  mengapa pada saat dicampurkan pormalin dengan senyawa fehling A dan B  menghasilkan larutan yang terpisah?
3.  coba jelaskan perbedaan antara gugus karbonil dengan keton?