PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK
“PEMURNIAN GARAM DAPUR”
Nama : PAULINA ERIKA MANURUNG
Nim : A1C118062
Kelas : REGULER A
Kelompok : 1
Hari/Tanggal : Jumat, 5 Maret 2021
Dosen Pengampu :
Drs. Abu Bakar, M.Pd
Nama Asdos :
Indah (RSA1C117005)
Misnawati (RSA1C117004)
Putri Iga Noviyanti (RSA1C117002)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
Natrium klorida (NaCl) adalah salah satu bahan utama digunakan dalam pemrosesan alami, memainkan peran penting dalam kualitas teknologi, mikrobiologi, dan sensorik. Bahan ini, adalah sumber utama natrium, suatu unsur ditargetkan untuk pengurangan seluruh rantai produksi makanan olahan, terutama produk daging. Natrium klorida (NaCl) telah dijelaskan oleh banyak orang sebagai senyawa prooksidan yang mampu mempengaruhi perkembangan dan intensitas reaksi lipid pada salamis. Efeknya pada oksidasi lipid tampaknya disebabkan oleh aksi reaktif ion klorida pada lipid atau kesolubilisasi besi dengan ion klorida, merangsang peroksidasi lipid .
Proses kristalisasi yakni potensial kimia antara larutan dan fasa padatan yang dilakukan pada keadaan supersaturated yaitu pendinginan, penguapan dan penambahan antisolvent. Kristalisasi antisolvent merupakan metode pemisahan dan pemurnian yang efektif. Penggunaan antisolvent dalam proses kristalisasi ini mengurangi kelarutan suatu zat terlarut dalam larutan dan membentuk kristal secara cepat. Dilakukan pemurnian dengan penambahan antisolvent melalui proses kristalisasi yang mengindikasikana adanya tingkat pemulihan likopen yang cukup tinggi. Parameter eksperimen kristalisasi sangat mempengaruhi mekanisme pembentukan partikel dan mengatur bentuk ukuran kristal dan distribusinya.
Dalam percobaan ini dipelajari dengan cara memurnikan natrium klorida dari garam dapur dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. Natrium klorida (NaCl) merupakan komponen utama dalam garam dapur. Komponen lain yang bersifat pengotor biasanya berasal dari ion-ion Ca2+, Mg2+, Al3+, Fe3+, SO42-, I- dan Br-. Agar daya larut antara NaCl dengan pengotor cukup besar, maka perlu dilakukan penambahan zat-zat tertentu. Zat-zat penambahan tersebut akan membentuk senyawa terutama garam yang sukar larut dalam air. Selain itu kristalisasi dapat dilakukan dengan cara membuat larutan jenuh dengan menambahkan ion sejenis ke dalam larutan zat yang akan dipisahkan.
Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai suatu fase padat keluar dari larutan. Endapan mungkin berupa Kristal (kristalin) atau koloid, dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan atau pemusingan (centrifuge). Endapan terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan (s) suatu endapan, menurut definisi adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan bergantung dari berbagai kondisi, seperti suhu, tekanan, konsentrasi bahan-bahan lain dalam larutan itu, dan pada komposisi pelarutnya. Kelarutan endapan bertambah besar dengan kenaikan suhu, meskipun dalam beberapa hal yang istimewa (seperti kalium sulfat), terjadi yang sebaliknya.
NaCl merupakan komponen utama penyusun garam dapur. Komponen lainnya merupakan pengotor biasanya berasal dari ion-ion Ca2+, Mg2+, Al3+, SO42-, I- dan Br. Agar daya larut antar NaCl dengan zat pengotor cukup besar maka perlu dilakukan penambahan zat-zat tertentu. Zat-zat tambahan itu kan membentuk senyawa terutama garam yang sukar larut dalam air, selain itu rekristalisai dapat dilakukan dengan cara menambahkan ion sejenis ke dalam larutan zat yang akan dipisahkan.
Pada kristalisasi melalui penguapan, untuk mendapatkan larutan garam yang murni yang terbebas dari pengotor-pengotornya harus diberikan zat yang dapat menarik zat pengotor tersebut, dalam hal ini digunakan CaO dan Ba(OH)2. Pelarut CaO berfungsi untuk dapat mengikat pengotor berupa Ca2+, Mg2+ atau Fe3+ dalam bentuk endapan yang terdapat dalam garam dapur. Ba(OH)2 berfungsi untuk menghilangkan endapan atau mencegah terbentuknya endapan lagi karena penambahan CaO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar