JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK 1

DISUSUN OLEH :
PAULINA ERIKA MANURUNG
(A1C118062)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSUURIZAL,M.Si
PROGAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 7
I. JUDUL : Kromatografi lapis tipis dan kolom
II. HARI,TANGGAL : Rabu, 29 april 2020
III. TUJUAN : adapun tujuan melakukan pratikum ini adalah
1. untuk memisahkan pigmen tumbuhan dengan cara kromatografi kolom
2. untuk mengetahui teknik-teknik dasar kromatografi lapis tipis dan kolom
3. untuk memisahkan suatu senyawa dari campurannya dengan kromatografi lapis
tipis dan memurnikannya dengan kolom
IV. LANDASAN TEORI
teknik kromatografi ,suatu campuran senyawa dipisah akan menjadi kompenennya berdasarkan pendistribusian zata antara dua fase, dua fase tersebut ialah fase diam dan fase gerak. azas penting pada kromatografi yaitu senyawa yang berbeda memiliki koifisien kontribusi yang berbeda diantara dua fase. suatu senyawa berhubungan lemah dengan fase diam akan lama tinggal pada fase gerak dan juga dapat beegerak cepat dalam suatu sistem kromatografi dan begitu juga dengan senyaw yang berhubungan kuat akan mendapatkan hasil kebalikan dari senyawa yang berhubungan lemah ( tim penuntun kimia organik 1,2020)
suatu teknik kimia organik terkuhus yang sering di pakai dalam memisahkan campuran zat menjadi kompenen-kompenen penyusunnya, sampai kompenen kompenen dapat dianaisi secara semua yaitu kromatografi. kromatografi memiliki bebera jenis ialah kromatgrafi lapis tipis,kromatografi cair, kromatografi gas, kromatografi penukar ion ,kromatografi afinitas dimana memakai prinsip sama (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/04/10/325teknik-pemisahan-dengan-khromatografi/)
Pada saat pemisahan digunakan teknik kromatografi akan terdapat kecenderungan dari molekul-molekul kompenennya dapat melaut di dalam cairan, . pada permukaan halus, melakukan reaksi kimia serta pada pori-pori fase diam molekul kompenen dapat tereklusi. dari berbagai pendapat bahwa teknik kromatografi mempunyai kesamaan dengan teknik pemisahan ekstraksi ( alimin,2007)
teknik kromografi terbagi atas beberapa teknik yang didasarkan pada fase , mekanisme dan juga bentuk geometrinya. kromatgrafi kolom ialah jenis dari teknik kromatografi .teknik pemisahan dilakukan dengan memakai kolom sebagai alat untuk memisahkan kompenen zat dari campuran disebut kromatografi kolom . teknik kromatografi kolom sering dipakai untuk memisahkan zat yang bersifat organik dan mempunyai sifat mudah menguap ( yazid,2005)
proses pemisahan kromatografi kolom sangat dibutuhkan bahan kimia dalam jumlah yang banyak digunakan sebagai fase diam dan fase gerak. pada perlakuan pemisahan dengan teknin ini memiliki kekurangan yaitu waktu yang digunakan untuk memisahkanzat dari campurannya memerlukan waktu berjam-jam dan hasil yang didapat tidak sempurna dikarenakan terjadi tumpang tindih pada pita kompenen dengan kompenen lain ( hendayana,2006)
V. ALAT DAN BAHAN
5.1 Alat
· Plat TLC
· Gelas Piala
· Pipet Tetes
· Alat Kromatografi Kolom
· Gelas ukur
5.2 Bahan
· Etanol
· Metanol
· Klorofom
· Etil asetat
· N-heksan
· Aseton
· Ekstark tanaman
· Aquades
· Glass Wool
· Silika gel
VI.
PROSEDUR KERJA
6.1
Kromatografi Lapis Tipis
1. Disiapkan Plat
TLC
2. Dibuat larutan
pengembang dalam gelas piala 1L dengan
komposisi Etanol : Metanol : Kloroform : Etil- Asetat : n-heksan : Aseton ( 40
: 68 : 108 : 115 : 140 : 152 ) ml
3. Dibuat 10
larutan sampel daari 10 ekstrak tanaman dengan 5 ml metanol
4. Masing-
masing
diambil larutan sampel yang sudah di ekstrak dibubuhkan ( ditotolkan )
diatas pelat TLC dengan jarak kira-kira 1cm dari tepi pelat kaca.
5. Dikeringkan noda
sampel dan standard dengan dryer (ditiup)
6. Dimasukkan pelat
ke dalam bejana pengembang
7. Dibiarkan proses
ini berlangsung sampai garis mencapai 1 cm dari tepi atas pelat
8. Diangkat pelat
dari bejana, lihat noda dengan lampu UV atau dibuat larutan dengan serium
sulfat
9. Dihitung dan
bandingkan semua Rf yang diperoleh.
6.2
Kromatografi Kolom
1.
Disiapkan 10
ekstrak daun
2.
Disiapkan kolom
kromatografi
3.
Disumbat bagian
bawah kolom dengan glass wool
4.
Dimasukkan
silika gel kedalam larutan pengembang yang telah dibuat di awal
5.
Larutan tersebur
kemudian dimasukkan kedalam kromatografi kolom
6.
Dimasukkan
sampel yang akan di kromatografi
7.
Pelarut harus
terus-menerus diteteskan kedalam kolom
8.
Tetesan yang
keluar dari kolom ditampung dengan beberapa tabung reaksi bersih dan dipisahkan
berdasarkan warnanya.
Utuk memahami dari percobaan in dapat dihat vidio di link https://youtu.be/OZKuZ_w2Fg0
PERTANYAAN
1.apa faktor yang dapat mempengaruhi kesetimbangan antara hubungan fasa diam dan fasa gerak?
2.pada vidio dijelaskan eluen yang digunakan pada saat proses kromatografi yaitu eluen yang telah dijenuhkan. bagaimana kita dapat melihat eluen tersebut sudah jenuh atau tidak jenuh?
3. berdasarkan dari vidio apa fungsi disinari lempeng KLT dengan sinar UV?





