JURNAL
PRATIKUM
KIMIA
ORGANIK 1

DISUSUN
OLEH :
PAULINA
ERIKA MANURUNG
(A1C118062)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSUURIZAL,M.Si
PROGAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
PERCOBAAN
3
I
. judul : Pemurnian Zat Padat
II. hari,tanggal : Rabu, 26 febuari 2020
III. tujuan :
adapun tujuan pratikum ini ialah :
1. Dapat
melakukan kristalisasi dengan baik
2. Dapat
memilih pelarut sesuai untuk rekristalisasi
3. Dapat
menjernikan dan menghilangkan warna larutan
4. Dapat
memisahkan dan memurnikan campuran dengan rekristalisasi
IV.
Landasan Teori
Cara yang sering dilakukan untuk
memurnikan zat padat organic ialah dengan cara rekristalisasi : cara kristalisasi ialah ialah suatu senyawa dari campuran zat padat,Cara
ini dilakukan dengan melarutkan dengan pelarut yang sesuai disekitar titik didihnya, lalu disaring selaku masih panas zat padat
yang tak larut di dalam larutan. Operasional rektistalisasi memiliki 3 prinsip
yaitu :
1. Melarutkan
zat padat campuran dengan pelrut yang minimum di titik didihnya.
2. Kristalisasi
selektif pada suatu pelarut tertentu, dengan cara menurunkan suhu larutan
secara perlahan.
3. Penyaringan
pada kristal murninya lalu dipisahkan dari larutannya.
( Tim penuntun kimia organik,2020 )
peremurnian pada suatu zat padat dari campurannya membutukan suatu pendekatan dan teknik yang khusus.mengenal atau mengidentifikasi zata padat yang ingin dimurnikan dan dapat mengetahui sifat- sifat fisik dan sifat kimianya disebut sebagi pendekatan praktis. kita sebagai pratikan harus terlebih dahulu mengenal dengan baik jenis-jenis pelarut organik dan gradien kepolannya yang terutama kita perluh mencampurkan dua atau lebih jenis pelarut untuk melarutkan suatu zat padat. kita juga sebgai pratikan dapat mempelajari teknik-teknik permunian zat padat yang ingin dipisahkan dari macam macam sumber lainnya
/http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/.
Salah satu permunian zat padat dengan mengkristalkan kembali zat padat yang telah dilarutkan pada pelarut pada saat terjadi kenaikan suhu disebut rekristalisasi .Dengan salah satu cara ini sangat bergantung pada kelarutan zat pada pelarutnya pada saat terjadi kenaikan suhu. konsentras izat yang dimurnikan lebih kecil dari konsentrasi total, sehingga produk dengan konsentrasi yang tinggi akan mengalami pengendapan ( Arsyad,2001)
Pada saat kita melakukan pengendapan pada suatu campuran akan terbentuklah suatu kristal dengan ukuran kristal akan tergantung pada 2 faktor yaitu laju pembentukan inti dan juga laju pembentukan kristal. laju pembentukan dapat menimbulkan efek sala satunyaialah jika laju pembentukan intinya tinggi maka akan semakin banyak kristal yang dapat terbentuk.akan tetapi tidak ada satupun yang tumbuh , maka akan terbentuklah endapan-endapan yang memiliki partikel kecil. Laju pembentukan tersebut berkaitan dengan derajat lewt jenuh lari larutan tersebut. jadi dapat kita lihat ialahb jika semkin tinggi derajat lewat jenuh suatu larutan maka akan semakin besar laju pembentukan inti ( Svehla,2012)
Prinsip dasar proses kristalisasi ialah perbedaan kelarutan antara zat yang dimurnikan dengan zat pengotor. syarat pelarut ialah pelarut tidak dapat bereaksi zat yang ingin dilarutkannya ,dimana pelarut hanya dapat melarutakan zat yang ingin dimurnikan dan tidak dapat melarutkan zat perncemarnya ( Mastuti,2010)
V. Alat dan Bahan
5.1. alat
peremurnian pada suatu zat padat dari campurannya membutukan suatu pendekatan dan teknik yang khusus.mengenal atau mengidentifikasi zata padat yang ingin dimurnikan dan dapat mengetahui sifat- sifat fisik dan sifat kimianya disebut sebagi pendekatan praktis. kita sebagai pratikan harus terlebih dahulu mengenal dengan baik jenis-jenis pelarut organik dan gradien kepolannya yang terutama kita perluh mencampurkan dua atau lebih jenis pelarut untuk melarutkan suatu zat padat. kita juga sebgai pratikan dapat mempelajari teknik-teknik permunian zat padat yang ingin dipisahkan dari macam macam sumber lainnya
/http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/.
Salah satu permunian zat padat dengan mengkristalkan kembali zat padat yang telah dilarutkan pada pelarut pada saat terjadi kenaikan suhu disebut rekristalisasi .Dengan salah satu cara ini sangat bergantung pada kelarutan zat pada pelarutnya pada saat terjadi kenaikan suhu. konsentras izat yang dimurnikan lebih kecil dari konsentrasi total, sehingga produk dengan konsentrasi yang tinggi akan mengalami pengendapan ( Arsyad,2001)
Pada saat kita melakukan pengendapan pada suatu campuran akan terbentuklah suatu kristal dengan ukuran kristal akan tergantung pada 2 faktor yaitu laju pembentukan inti dan juga laju pembentukan kristal. laju pembentukan dapat menimbulkan efek sala satunyaialah jika laju pembentukan intinya tinggi maka akan semakin banyak kristal yang dapat terbentuk.akan tetapi tidak ada satupun yang tumbuh , maka akan terbentuklah endapan-endapan yang memiliki partikel kecil. Laju pembentukan tersebut berkaitan dengan derajat lewt jenuh lari larutan tersebut. jadi dapat kita lihat ialahb jika semkin tinggi derajat lewat jenuh suatu larutan maka akan semakin besar laju pembentukan inti ( Svehla,2012)
Prinsip dasar proses kristalisasi ialah perbedaan kelarutan antara zat yang dimurnikan dengan zat pengotor. syarat pelarut ialah pelarut tidak dapat bereaksi zat yang ingin dilarutkannya ,dimana pelarut hanya dapat melarutakan zat yang ingin dimurnikan dan tidak dapat melarutkan zat perncemarnya ( Mastuti,2010)
V. Alat dan Bahan
5.1. alat
- kaki tiga
- bunsen
- korek api
- kertas saring
- corong buchner
- cawan penguap
- gelas kimia
- batang pengaduk
- es batu
- asam benzoat tercemar
- aquades
- naftalen tercemar
6.1 percobaaan rekristalisasi
- di tuang 50 ml air suling ke dalam gelas kimia 100 ml, lalu panaskan hingga timbul gelembung-gelembung
- dimasukan 0,5 gr asam benzoat tercemar ke dalam gelas kimia ,lalu tambahkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut semua
- saring campuran dengan menggunakan corong buchner dalam keadaan panas lalu tampung fitratnyadi dalam gelas kimia. lalu siram lah endapan yang tertinggal dengan air panas
- dinginkan hingga timbul berbentuk kristal .jika pada pendinginan tidak terbntuk kristal , dinginkan dalam es
- disaring kristal yang terbentuk dengan data yabg ada dalam hand book.
- dimasukan 1-2 gr naftalen tercemarke dalam cawan penguap
- di tutup permukaan cawan penguap dengan kertas saring yang telah berbuat lobang-lobang kecil
- disumbat corong dengan gelas wool atau kapas seperti pada gambar
- lalu letakkan cawan tersebut
- letakkan cawan tersebut di atas kasa pembakar,nyalaan api kecil
- hentikan pembakaran setelah semua zat yang akan disublimasikan ( kurang lebih selama 5 menit)
- dikumpulkan zat yang ada pada kertas saring dan corong bila ada, lalu uji titik lebih dan bentuk kristalnya
- di catatat hasilnya
untuk link vidio dapat dilihat di
https://youtu.be/c2dBmiMp2Nk dan
https://m.youtube.com/watch?v=5BS804vknnk
pertanyaan
1. Apa kegunaan zat adiktif yang ditambahkan ke kapur Barus?
2. Pengaruh apaa apa saja yang dapat menyebabkan pada gelas 1,2,3 mendapatkan hasil yang berbeda?
3. Apakah ada pengaruh lain yang menyebabkan sebagian pada gelas yang berisikan kapur warna hijau tidak menguap?
https://youtu.be/c2dBmiMp2Nk dan
https://m.youtube.com/watch?v=5BS804vknnk
pertanyaan
1. Apa kegunaan zat adiktif yang ditambahkan ke kapur Barus?
2. Pengaruh apaa apa saja yang dapat menyebabkan pada gelas 1,2,3 mendapatkan hasil yang berbeda?
3. Apakah ada pengaruh lain yang menyebabkan sebagian pada gelas yang berisikan kapur warna hijau tidak menguap?