Minggu, 18 April 2021

Resume percobaan 8 pratikum kimanor

 Na2CO3 (Natrium Karbonat) dibuat dengan proses Solvay. Metode pembuatan Na2CO3 ini dikembangkan oleh Ernest Solvay (1838–1922) dari Belgia sebagai bahan bakunya adalah batu kapur CaCO3.


- Batu kapur dipanaskan untuk memperoleh gas CO2


CaCO3(s) à CaO(s) + CO2(g)  (panas)


CO2(g) + H2O(l) à H2CO3(aq)


H2CO3(aq) + NH3(g) à NH4HCO3(aq)


NH4HCO3(aq) + NaCl(aq) à NaHCO3(s) + NH4Cl


Endapan NaHCO3 (Natrium Bikarbonat) dipisahkan dengan penyaringan kemudian dipanaskan


2 NaHCO3(s) à Na2CO3(s) +H2O(g) + CO2(g)  (panas)


Kegunaan Natrium Karbonat (Na2CO3)


Na2CO3 digunakan dalam proses pembuatan pulp (bubur kayu), kertas, sabun, detergen, kaca, dan untuk melunakkan air sadah.

a.   Pembuatan NaOH

Pada praktikum kali ini praktikan melakukan percobaan pembuatan NaOH titik adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mempelajari cara sintesis NaOH dan dapat menentukan kadar NaOH yang terbentuk. pada percobaan ini pertama kali dilakukan dengan melarutkan 5 gram CO2 di dalam air hingga berbentuk bubur lalu di dalam gelas kimia 250 ml dilarutkan 5,3 gram Na2CO3 dengan 50 ml air lalu dididihkan titik dituangkan bubur  ke dalam campuran. lalu didihkan beberapa saat  kemudian didinginkan untuk mengendapkan endapan di dasar gelas ialah. dari hasil pendinginan diperoleh lah larutan bening dengan endapan putih di dasar gelas ialah titik endapan kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring dan Filtrat yang dihasilkan merupakan larutan NaOH.


b.    pembuatan NaHCO3

Pada percobaan pembuatan natrium bikarbonat ini dibuat dengan proses solvay yaitu dikenal sebagai pusat soda amonia yang menggunakan garam dan batu kapur sebagai bahan baku dasar dan menggunakan amonia sebagai reagen dengan produk samping CaCl2.  tahap awal dari percobaan ini yaitu mereaksikan NaCl dengan NH3 lalu dikocok kuat selama 30 menit dan dihasilkan larutan bening yang terdapat endapan. kemudian dimasukkan 10 gram kalsium karbonat dalam labu dasar bulat lalu ditambahkan 5 ml air dan 35 tetes HCl sehingga menghasilkan an-nur bahwa warna menjadi putih susu dan tidak terbentuknya kristal.

Keuntungan terbesar proses Solvay adalah penggunaan reaktor tanur bukannya reaktor tangki. Air garam yang melarutkan amonia dituangkan dari puncak tanur dan karbondioksida ditiupkan keda lam tanur dari dasar sehingga produknya akan secara kontinyu diambil tanpa harus menghentikan reaksi. Sistem Solvay menurunkan ongkos secara signifikan, dan akibatnya menggantikan proses Leblanc.

Reaksi utama

NaCl + NH3 + CO2 + H2O –> NaHCO3 + NH4Cl (11.4)

2NaHCO3 –> Na2CO3 + CO2 + H2O (11.5)


Sirkulasi amonia

2NH4Cl + CaO –> 2NH3 + CaCl2 + H2O (11.6)

Pembentukan karbon dioksida CO2 dan kalsium oksida CaO

CaCO3 –> CaO+CO2 (11.7)

Resume pratikum kimanor percobaan 8

 

Nama : Paulina Erika Manurung 

Nim:A1c118062

Kelas :reguler A '18

UNSUR – UNSUR ALKALI TANAH

 

TUJUAN


Adapun tujuan yang ingin dicapai setelah melakukan percobaan iniadalah praktikan mampu mempelajari sifat unsur alkali.

Landasan Teori

Golongan alkali tanah terdiri atas berilium (Be), magnesium (Mg),kalsium (Ca) stronsium (Sr), barium (Ba) dan radium (Ra). Anggota pertama, berilium (Be) bersifat mendekati semi-logam dan anggota terakhir radium (Ra) bersifat radioaktif sehingga sifat-sifat kimianya tidak banyak diketahui secaramendalam.Logam alkali tanah berwarna putih keperakan dan mempunyai densitas(rapatan) relatif rendah yang semakin besar dengan naiknya nomor atom kecualikalsium (Ca. Ikatan metalik logam-logam alkali tanah lebih kuat daripada ikatanmetalik logam alkali sebagaimana ditunjukkan oleh data entalpi, atomisasi, data titikleleh dan kekerasan yang lebih besar pula. Walaupun densitas naik dengan naiknyanomor atom seperti halnya golongan alkali, titik leleh dan entalpi atomisasi berubahhanya sedikit saja berbeda dari golongan alkali.

 

Logam-logam alkali tanah kurang reaktif atau kurang elektropositifdibandingkan dengan logam alkali, namun lebih reaktif dari pada logam-logamlainnya. Seperti halnya golongan alkali, logam-logam alkali tanah semakin reaktifdengan naiknya nomor atom. Ion logam alkali tanah selalu mempunyai tingkatoksidasi +2 dan senyawanya bersifat stabil, padatannya bersifat 1itri, tak berwarnakecuali jika anioniknya berwarna. Garam-garam logam alkali tanah hampersemuanya terhidrat. Jumlah molekul hidrat dalam 1itride garam-garam ini bervariasi.Unsur-unsur logam alkali merupakan unsur yang sangat reaktif dan mudah bereaksi dengan unsur-unsur lain. Selain itu unsur-unsur logam alkali bersifat sebagai reduktor yang kuat dan dalam satu golongan semakin ke bawah semakin kuat sefat reduktornya. Unsur natrium (Na) dan kalium (K) merupakan unsur-unsur logam alkali yang paling banyak terdapat di alam dibandingkan dengan unsur logam alkali lainnya, sedangkan unsur logam alkali yang paling sedikit terdapat di alam adalah unsur fransium (Fr) yang bersifatradioaktif. 

Logam Alkali sangat reaktif, karena itu harus disimpan dalam minyak.Sifat yang umum dimiliki oleh logam alkali adalah sebagai konduktor panas yang baik, titik didih tinggi, permukaan berwarna abu-abu keperakan.Atom logam alkali bereaksi dengan melepaskan 1 elektron membentuk ion bermuatan +1.Na → Na+ + 1 e-.Susunan elektron dari 2.8.1, yang merupakan konfigurasi elektron gas mulia. Sifat lain logam alkali, memiliki titik leleh rendah, densitas rendah, sangat lunak. Kecenderungan golongan alkali dengan meningkatnya nomor atom yaitu, Titik leleh dan titik didih menurun, unsur lebih reaktif, ukuran Atom membesar (jari-jari makin besar), densitas meningkat proportional dengan meningkatnya massa atom, kekerasan menurun. Jika dipanaskan diatas nyala api memberikan warna yang spesifik. Litium – merah, natrium – kuning, Kalium – lila/ungu, Cesium – biru.

Unsur-unsur blok s dalam sistim periodik adalah unsur-unsur yang paling reaktif. Semua unsur alkali sangat reaktif. Unsur-unsur alkali  tanah kurang reaktif bila dibandingkan dengan unsur alkali. Kereaktifan unsur-unsur alkali menunjukkan kecenderungan perubahan yang jelas.Dalam percobaan ini akan dipelajari beberapa sifat dari Mg dan Ca.(Sugiyarto, 2003)