Minggu, 26 April 2020

JURNAL PERCOBAAN 8

JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK 1
DISUSUN OLEH :
PAULINA ERIKA MANURUNG
(A1C118062)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSUURIZAL,M.Si
PROGAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020




                                                                       PERCOBAAN 7



I. JUDUL : Kromatografi lapis tipis dan kolom
II. HARI,TANGGAL : Rabu, 29 april 2020
III. TUJUAN   : adapun tujuan melakukan pratikum ini adalah
                          1. untuk memisahkan pigmen tumbuhan dengan cara kromatografi kolom
                          2. untuk mengetahui teknik-teknik dasar kromatografi lapis tipis dan kolom
                          3. untuk memisahkan suatu senyawa dari campurannya dengan kromatografi lapis
                              tipis dan memurnikannya dengan kolom


IV. LANDASAN TEORI
   
 teknik kromatografi ,suatu campuran senyawa dipisah akan menjadi kompenennya berdasarkan pendistribusian zata antara dua fase, dua fase tersebut ialah fase diam dan fase gerak. azas penting pada kromatografi yaitu senyawa yang berbeda memiliki koifisien kontribusi yang berbeda diantara dua fase. suatu senyawa berhubungan lemah dengan  fase diam akan lama tinggal pada  fase gerak dan juga dapat beegerak cepat dalam suatu sistem kromatografi dan begitu juga dengan senyaw yang berhubungan kuat akan mendapatkan hasil kebalikan dari senyawa yang berhubungan lemah ( tim penuntun kimia organik 1,2020)
    suatu teknik kimia organik terkuhus yang sering di pakai dalam memisahkan campuran zat menjadi kompenen-kompenen penyusunnya, sampai kompenen kompenen  dapat dianaisi secara semua yaitu kromatografi. kromatografi memiliki bebera jenis ialah kromatgrafi lapis tipis,kromatografi cair, kromatografi gas, kromatografi penukar ion ,kromatografi afinitas dimana memakai prinsip sama (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/04/10/325teknik-pemisahan-dengan-khromatografi/)
       Pada saat pemisahan digunakan teknik kromatografi akan terdapat kecenderungan dari molekul-molekul kompenennya dapat melaut di dalam cairan, . pada permukaan halus, melakukan reaksi kimia serta pada pori-pori fase diam molekul kompenen dapat tereklusi. dari berbagai pendapat bahwa teknik kromatografi mempunyai kesamaan dengan teknik  pemisahan ekstraksi ( alimin,2007)
    teknik kromografi terbagi atas beberapa teknik yang didasarkan pada fase , mekanisme dan juga bentuk geometrinya. kromatgrafi kolom ialah jenis dari  teknik kromatografi .teknik pemisahan dilakukan dengan memakai kolom sebagai alat untuk memisahkan kompenen zat dari campuran disebut kromatografi kolom . teknik kromatografi kolom sering dipakai untuk memisahkan zat yang bersifat organik dan mempunyai sifat mudah menguap ( yazid,2005)
    proses pemisahan kromatografi kolom  sangat dibutuhkan bahan kimia dalam jumlah yang banyak digunakan sebagai fase diam dan fase gerak. pada perlakuan pemisahan dengan teknin ini memiliki kekurangan yaitu waktu yang digunakan untuk memisahkanzat dari campurannya memerlukan waktu berjam-jam dan hasil yang didapat tidak sempurna dikarenakan  terjadi tumpang tindih pada pita kompenen dengan kompenen lain ( hendayana,2006)

V. ALAT DAN BAHAN
5.1  Alat
·      Plat TLC
·      Gelas Piala
·      Pipet Tetes
·      Alat Kromatografi Kolom
·      Gelas ukur
5.2  Bahan
·      Etanol
·      Metanol
·      Klorofom
·      Etil asetat
·      N-heksan
·      Aseton
·      Ekstark tanaman
·      Aquades
·      Glass Wool
·      Silika gel

VI. PROSEDUR KERJA
6.1 Kromatografi Lapis Tipis
1.  Disiapkan Plat TLC
2.  Dibuat larutan pengembang dalam gelas piala 1L  dengan komposisi Etanol : Metanol : Kloroform : Etil- Asetat : n-heksan : Aseton ( 40 : 68 : 108 : 115 : 140 : 152 ) ml
3.  Dibuat 10 larutan sampel daari 10 ekstrak tanaman dengan 5 ml metanol
4. Masing- masing diambil larutan sampel yang sudah di ekstrak dibubuhkan ( ditotolkan ) diatas pelat TLC dengan jarak kira-kira 1cm dari tepi pelat kaca.
5.  Dikeringkan noda sampel dan standard dengan dryer (ditiup)
6.  Dimasukkan pelat ke dalam bejana pengembang
7.  Dibiarkan proses ini berlangsung sampai garis mencapai 1 cm dari tepi atas pelat
8.  Diangkat pelat dari bejana, lihat noda dengan lampu UV atau dibuat larutan dengan serium sulfat
9.  Dihitung dan bandingkan semua Rf yang diperoleh.
6.2 Kromatografi Kolom
1.      Disiapkan 10 ekstrak daun
2.      Disiapkan kolom kromatografi
3.      Disumbat bagian bawah kolom dengan glass wool
4.      Dimasukkan silika gel kedalam larutan pengembang yang telah dibuat di awal
5.      Larutan tersebur kemudian dimasukkan kedalam kromatografi kolom
6.      Dimasukkan sampel yang akan di kromatografi
7.      Pelarut harus terus-menerus diteteskan kedalam kolom
8.      Tetesan yang keluar dari kolom ditampung dengan beberapa tabung reaksi bersih dan dipisahkan berdasarkan warnanya.


Utuk memahami dari percobaan in dapat dihat vidio di link https://youtu.be/OZKuZ_w2Fg0


PERTANYAAN
1.apa faktor yang dapat mempengaruhi kesetimbangan antara hubungan fasa diam dan fasa gerak?
2.pada vidio dijelaskan eluen yang digunakan pada saat proses kromatografi yaitu eluen yang telah dijenuhkan. bagaimana kita dapat melihat eluen tersebut sudah jenuh atau tidak jenuh?  
3. berdasarkan dari vidio apa fungsi disinari lempeng KLT dengan sinar UV?












Selasa, 21 April 2020

jurnal percobaan 7

JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK 1






DISUSUN OLEH :
PAULINA ERIKA MANURUNG
(A1C118062)


DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSUURIZAL,M.Si




PROGAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020


PERCOBAAN 7




  I.  Judul             : Pembuatan sikloheksanon
 II. Hari,tanggal  : Rabu, 22 april 2020
III. Tujuan           : adapun tujuan dari pratikum ini adalah :
                             1. untuk melakukan oksidasi alkohol sekunder alisiklik
                             2. untuk memahami bahwa tidak hanya alkohol skunder alifatis biasa saja yang 
                                 dapat dioksidasi tetapi alkohol juga alkohol skunder alifatik

IV. Landasa teori
      salah satu contoh dalam pembuatuan sikloheksanon ialah oksdasi skunder alisiklik dapat menjadi keton alisklik  caranya dengan oksidator kalium dikromat saat suasana asam.  pembentukan sikloheksanon diawali dengan tahapan oksidasi  dengan reaksi aliminasi dari elkil aster asam kromat tersebut. dalam memisahkan sikloheksanon dari campuran reaksi dapat dilakukan dengan tahap permurnian dengan melakukannya sesuai dengan sifat -sifat fisiknya ( tim penuntun kimia organik I,2020).
   Menurut krisbiyantoro (2008) , sifat sifat senyawa keton sebagai berikut:
1. terdapat bau yang fresh dan dapat larut dalam air
2. suku-suku tengah tidak dapat larut didalam air
3. suku-suku tinggi dapat membentuk padatan
4. mudah diadisi
5. cuma bisa berpolimerisasi kondensasi
6. dapat bereaksi dengan halogen
7. tidak terjadi dioksidasi
     salah satu senyawa organik yang sering disebut senyawa organik yang mana karbon karbonilnya disambungkan dengan yang lainnya disebut keton. keton itu tidak mengandung atom hidrogen yang terikat dengan gugus karbonil  ( wilbran,1992)

  reaksi senyawa-senyawa organik, reaksi redoks dapat dihubungkan dengan pengiriman oksigen dan hidrogen. bila salah satu senyawa dapat menyatukan oksigen  atau juga dapat melepaskan hidrogen oleh karena itu mengalami oksidasi, begitu pula sebaliknya bila menyatukan hidrogen atau melepaskan oksigen maka terjadi mengalami reduksi ( frieda nurlida,2000)
  reaksi-reaksi yang tejadi pada alkohol diantara nya reaksi subtitusi , reaksi oksidasi, reaksi eliminasi. reaksi yang  dapat dimanfaatkan untuk membedahkan atara alkohol primer,alkohol tersier dan skunder disebut reaksi oksidasi . alkohol skunder hanya dapat dioksidasi menjadi keton. alkohol tersier  tidak terjadi reaksi oksidasi ( fessenden,1982)




V. alat dan bahan
5.1. alat
  • gelas kimia
  • erlemeyer
  • labu bundar
  • corong
  • penangas udara
  • alat destilasi
5.2 Bahan
  •     Kalium dikromat 20,5 gr
  • magnesium sulfat hidrat 
  • petrolium eter 12 ml
  • asam sulfat pekat 18 gr 
VI. prosedur kerja

1.  Menimbang 20,5 gram kalium bikromat dan melarutkannya dalam 100 ml aqudest.
2.  Menambahkan dengan hati-hati 10 ml asam sulfat pekat ke dalam larutan kalium bikromat dan mendinginkan campuran sampai suhu 30°c

3.  Memasukkan 10 ml sikloheksanol dalam Erlenmeyer bertutup asa.

4.  Menambahkan larutan kalium bikromat ke dalam Erlenmeyer bertutup asa yang berisi larutan sikloheksanol sedikit demi sedikit.

5.  Mengocok sampai campuran bercampur dengan baik.

6.  Mendinginkan bagian luar labu dengan air dingin pada suhu mulai 55°c.

7.  Mengatur temperature campuran agar tidak kurang dari 50°c dan tidal lebih dari 60°c.

8.  Mendinginkan campuran di udara apa bila temperature tidak melebihi 60°c sambil sesekali dikocok.

9.  Memindahkan campuran ke dalam labu destilasi 500 ml dan menambahkan 100 ml aquadest, kemudian memasang pendingin untuk destilasi.

10.  Mendestilasi campuran sampai diperoleh kira-kira 65 ml destialat.

11.  Menjenuhkan campuran dengan 13 gram NaCl, kemudian memisahkan lapisan sikloheksanon ( lapisan atas ).

12.  Mengambil lapisan atas (siklohesanon) dan bawah (air).

13.  Mengekstraksi lapisan bawah (air) dengan 12 ml petroleum eter.

14.  Mencampurkan hasil ekstrak dengan sikloheksanon lalu menambahkan 3 gram MgSO4 anhidrat.

15.  Memipet laruran yang telah dikeringkan , kemudian menimbang berat sampel.
untuk perlakuan percobaan ini dapat dilihat pada link : https://youtu.be/PKsWgJdvLec

pertanyaan :
1. apa yang terjadi ketika amonia dimasukan kedalam tabung reaksi?
2. mengapa harus ditambahkan sikloheksanol untuk mendapatkan gas berwarna coklat?
3. mengapa cairan harus didingankan untuk mendapatkan cairan padat  ?

   

Senin, 13 April 2020

jurnal percobaan 6

JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK 1






DISUSUN OLEH :
PAULINA ERIKA MANURUNG
(A1C118062)


DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSUURIZAL,M.Si




PROGAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020









Percobaan 6


I. JUDUL                        : Reaksi -reaksi alkohol dan fenol
II. HARI,TANGGAL     : Rabu, 15 april 2020
III. TUJUAN                  :   adapun tujuan melakukan pratikum ini adalah 
                                           1.  dapat  mengetahui perbedaan sifat-sifat fenol dan alkohol
                                           2.  dapat mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan
                                                untuk membedahkan antara senyawa -senyawa alkohol dan fenol
                                           3.  dapat mengetahui azas-azas dari reaksi tersebut pada b
IV. LANDASAN TEORI         
       pada alkohol dan fenol terdapat gugus hidroksida yang dapat membentuk ikatan hidrogen antara molekul-molekul dengan  senyawa yang serupa dengan air.   fenol dapat berubah jika direaksikan pada larutan basa yang dapat berubah menjadi garam natrium. garam natrium pada umumnya dapat larut di air.alkohol terdiri ats beberapa jenis yaitu : alkohol primer,alkohol skunder, dan alkohol tersier.akhol memiliki kecepatan reaksi berbeda-beda dengan suatu reagent dan juga mendaptkan hasil yang berbeda, tergantung akan alkoholnya .Alkohol skunder dan primer dapat lebih mudah teoksidasi berbeda dengan alkohol tersier yang tidak ( tim penuntun kimia organik 1,2020)

  Suatu senyawa yang sering kita gunakan di kehidupan kita adalah alkohol dan fenol. alkohol akan bereaksi beraksi akan membentuk beberapa turunan ,misalnya alkhil halida dari reaksi subtitusi pada senyawa-senyawa halogen . alkohol dapat mengalami dehidrasi yang membuat senyawa tak jenuh, oleh sebab itu alkohol mudah bereaksi sampai dapat menjadi bahan diskusi yang penting pada kimia organik. alkohol memiliki sifat fisik dan kimia  yaitu : titik didih, ikatan hidrogen,efek gaya van der waals, kelarutan dalam air ,dan sifat keasaman ataupun kebasaan alkohol (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/28/reaksi-alkohol-dan-fenol298/ )
     Kegunaan etanol adalah antara lain  : sering dipakai sebagai pelarut bahan kimia organik,sebagai senyawa untu zat pewaerna,sebagai obat sintesis, koemetik.Etanol adalah bagian dari minuman alkohol. Etanol merupakan jenis alkohol yang memiliki sebagian racun atau juga dpat dikatakan yang paling sedikit beracun (chang,2008).
    akohol ialah turunan dari alkena . akan tetapi pada atom H yang terikat dengan atom C dan diubah dengan gugus OH  . oleh sebab itu nama dari alkohol diambil dari alkana, jadi akhiran A diubah menjadi ol. Posisi gugus OH yang terikat dapat dikatakan dengan angka ataupun dapat di ambil dari kata alkil dan ditambahkan dengan alkohol ( chang ,2004) .
 pada penamaan alkohol mempunyai 2 cara antara lain trival dan sistematik. pada nama trival alkohol (akan menjadi nema pokok untuk gugus  ( subtituent) ). pada nama sistematik akan  dibuat nama dengan akhiran ol, yang pada gugus OH akan menjadi nomor terkecil dari ujung rantrai yang telah terikat. semua nama alkohol yang sering dikatakan sebagai turunan methanol disebut karbinol ( Rasyid,2010).

V. ALAT DAN BAHAN 
5.1. alat 
  • tabung reaksi
  • batang pengaduk
  • bak air
  • stopwatch
  •  pipet tetes
5.2 bahan
  • 2-propanol
  • fenol
  • aseton
  • etanol
  • sikloheksanol
  • larutan FeCl3 10 %
  • sek-butil alkohol
  • 2-naftol
  • asam asetat glasial
  • o-kresol
  • 1-propanol
  • etilen glikol
  • n-butil alkohol
  • asam sulfat pekat
  • resorsinol
  • trifenil karbinol
  • reagent lucas
  • larutan NaOH 10%
  • larutan brom dalam ai
  • reagent bordwell 
VI. PROSEDUR KERJA 
6.1 Kelarutan
a. 6 tabung reaksi ; dimasukkan 0.5 mL atau 0.2-0.5 gram dari masing-masing senyawa:
   Etanol, n-buti;, alkohol, ter-butil alkohol, sikloheksanol, etil glikol, dan fenol.
b. Ditambahkan 2 mL kedalam tiap tabung.
c. Diamati dan dicatat hasil pengamatan.
6.2 Reaksi Dengan Alkali
a. 4 tabung reaksi ; dimasukkan 0.5 mL atau 0.2-0.5 gram dari masing-masing senyawa:
   n-butil alkohol, sikloheksanol, fenol dan 2-naftol.
b. Ditambahkan 5 mL larutan NaOH 10% kedalam tiap tabung.
c. Dikocok dan diamati hasil.
6.3 Reaksi Dengan Natrium 
a. Tabung Reaksi ; ditempatkan 3 mL dari senyawa 1-propanol, 2-propanol dan 0-Krenol
b. Ditambahkan sepotong logam Natrium
c. Ditambahkan beberapa tetes indikator PP
d. Ditambahkan etanol secukupnya.
e. Hasil
6.4 Pengujian Lucas
a. 4 tabung reaksi ; dimasukkan 2 mL reagen Lucas.
b. Ditambahkan kira-kira 5 tetes alkohol.
c. Dicatat waktu yang diperlukan larutan hingga menjadi keruh.
d. Diuji utanol, 2-butanol, sikloheksanol, ter-butil alkohol.
e. Hasil
6.5 Oksidasi Dengan Asam Kromat
a. 5 tabung reaksi ; dimasukkan 1 mL aseton
b. Ditambahkan 1 tetes alkohol
c. Dikocok hingga larutan jenuh
d. Ditambahkan 1 tetes reagen Bardwell-Wellman sambil di kocok.
e. Diuji dengan 2-butanol, terbutil alkohol, kalestrol dan trifnil karbinol.
f. Hasil
6.6 Reaksi Fenol Dengan Brom
a. Tabung Reaksi ; dimasukkan air brom kedalam 0.1 gram fenol didalm air sambil dikocok sampai 
    warna kuning stabil.
b. Diamati perubahan
c. Hasil
6.7 Reaksi Fenol Dengan Besi (III) Klorida
a. 3 tabung reaksi ; dilarutkan 1-2 tetes senyawa yang akan di uji dalam 5 mL air
b. Diteteskan 1-2 tetes besi (III) klorida
c. Diaduk dan diamati hasilnya
d. Diuji fenol, resorsinol dan 2 propanol dan dicatat hasilnya.

Vidio percobaan ini dapat dilihat pada link
https://www.youtube.com/watch?v=2dl3A6f5heo

pertanyaan
1. pada saat identifikasi fenol. uji apa saja yang digunakan didalam vidio ? jelaskan!
2.coba jelaskan perbedaan antara alkohol dengan  fenol?
3. pada saat dilakukan uji oksidasi dengan asam kromat, bagaimana kita dapat mengetahui jenis alkohol yang kita gunakan ?
 
   

Selasa, 17 Maret 2020

jurnal percobaan 5

JURNAL PRATIKUM
KIMIA ORGANIK 1






DISUSUN OLEH :
PAULINA ERIKA MANURUNG
(A1C118062)


DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSUURIZAL,M.Si




PROGAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020









Percobaan 5


I. Judul                      : Reaksi- reaksi aldehida dan keton
II. Hari, tanggal        : rabu ,18 maret 2020
III. Tujuan                : adapun tujuan dilakukan pratikum ini ialah :
            1. untuk memahami azas-azas senyawa karbonil
                                  2. untuk memahami perbedaan reaksi antara aldehid dan keton
                                                3. untuk menjelaskan  jenis-jenis pengujian kimia sederhana yang dapat membedahkan aldehid dan keton



IV. Landasan teori
     Aldehid dan keton sama-sama memiliki  gugus yang sama ialah gugus karbonil. jadi pada umumnya sifat kimia itu sama tehadap karbonil. aldehid bereaksi lebih cepat dari keton  dimana memiliki preaksi yang sama. peristiwa tersebut terjadi akibat karen atom karbon dari aldehid tidak terlalu terlindung daripada keton.  pada percobaan ini akan dilakukan pemeriksaan persamaan dan perbedaan antara reaksinaldehid dengan keton.
   Aldehid lebih mudah malkukan reaksi oksidasi menjadi asam karbosilat yang memiliki kandungan banyak  atom yang   memiliki jumlah yang sama,  tetapi keton tidfak menjalankan reaksi yang sama , disebabkan oksidasi terjadi pemutusan ikatan karbon-karbon  yang mendapatkan hasil 2 asam  karbosilat dengan jumlah atom karbon yang memiliki sedikit debandingkan asam karbosilat  (tim penuntun kimia organik 1,2020).
      prinsip dasar  dalam mendalami jenis-jenis reaksi dengan senyawa karbonil yang terkhusus aldehid dengan keton ialah moleh polar dikarenakan mempunyai ikatan karbonil yang terdapat momen dipol antara ikatan rangkap karbon dengan oksigen. aldehid dan keton tidak mempunyai ikatan hidrogen  donor yang mana tidak bisa mendonasikan proton, jadi titik didih lebih rendah dibandingkan alkohol  walau memiliki masaa molekul yang menyerupai dengan senyawa keton  ataupun aldehid. oleh sebab itu senyawa-senyawa aldehid dan keton berperan sebagai aseptor ikatan hidrogen  yang mengakibatkan senyawa aldehid dan keton larut didalam air http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/20/reaksi-reaksi-aldehid-dan-keton198/
     Aldehid dan keton mempunyai reaksi-reraksi sebagi berikut reaksi oksidasi dan reaksi reduksi disebut aldehid. aldehin ialah lebih mudah dioksidasi dengan asam lemah. Reaksi reduksi  terdiri atas 3 bagian ialah reduksi menjadi alkohol, reduksi menjadi hidrokarbon  dan reaksi  reduksi menjadi pinakal. aldehid dan keton mempunyai sifat-sifat kimia disebabkan  karena aldehid dan keton tidak terdapat hydrogen yang terikat pada oksigen  oleh sebab itu tidak terjadi ikatan hydrogen, misalnya pada alkohol. aldehid dan keton adalah polar dan bisa membentuk gaya tarik merik elektrosttatik yang relafit antar molekulnya ( Hart,2009)
 suatu senyawa yang memuat  gugus karbonil yang terikat pada satu atau dua atom hiydrogen.mempunyai sifat yang reaktif dibandingkan alkohol. dapat mengalami reaksi adisi. Ciri -ciri dari aldehid yaitu dapat dapat berwujud gas pada suhu kamr dengan bau yang tidak sedap, sampai titik didihnya tinggi dan juga tidak terdapat warna ( Aston, 2013)
   senyawa organik yang memiliki 1 gugus yang terikat pada 2 gugus alkil disebut keton.  keton mempunyai sifat yang polar , sehingga gugus karbonilnya bersifat polar dan  lebih gampang untuk menguap dibanding dengan alkohol dan asal karboksilat. keton memiliki  ciri-ciri seperti  cairan yang tidak memiliki warna dan biasanya dapat larut dalam air. Keton memilki titik didih yang relatif tinggi dibandingkan dari senyawan yang non polar dan bisa direduksi oleh gas H2 yang akan memperoleh alkohol sekundernya ( Palling, 2012 )

V. Alat dan bahan
 5.1 Alat
alat yang kami gunakan pada percobaan ini yaitu :
  1. gelas piala
  2. tabung reaksi
  3. corong buchner
  4. pipet tetes
  5. peralatan untuk merefluk
  6. batang pengaduk
  7. penutup tabung
  8. tabung uji
  9. tabung reaksi besar
 10. penangas
 11 . corong hirsch
 12. erlenmeyer

5.2 Bahan
  1.    NaOH 1%
  2.  pereaksi tolens
  3. asetaldehid
  4. perak nitrat 5 %
  5. kalium iodida
  6. NaOH 5 %
  7.  iodium iodida
  8. amonium hidroksid 2%
  9.   iodium
  10.  benzaldehid
  11. natrium asetat trihidrat
  12. aseton
  13. hidroksilamin HCl
  14. sikloheksanon
  15. 2,- dinitrofenilhidrazin
  16. formalin
  17. metanol
  18. pereaksi benedict
  19.  penilhidrazin
  20. natrium sitrat
  21. HCl pekat
  22.  natrium karbonat
  23. etanol
  24. aquades
  25. air es
  26.  CuSO4.5H2O
  27. NaHSO3 jenuh
  28. peraksi feling
  29. n-heptanaldehid
  30.  natrium kalium tetrat
  31. NaOH 10 %
  32. formaldehid
  33. tisu
 

     
VI. Prosedur kerja
6.1 Uji cermin kaca, Tollens.
1. Disiapkan 4 tabung reaksi yang berisi pereaksi Tollens
2. Disiapkan satu tabung reaksi yang bersih sekali, ke dalam 2 ml larutan nitrat 5%,
3. Ditambahkan 2 tetes larutan NaOH 5% lalu ditambahkan tetes demi tetes sambil diaduk larutan amonium hidroksida 2% hanya secukupnya
4. Diuji benzaldehid, aseton, sikloheksanon dan formalin. Dengan jalan menambahkan masing-masing 2 tetes bahan tersebut ke dalam tabung uji
5. Diaduk campuran dan di diamkan selama 10 menit,
6. Di panaskan tabung dalam kenanga air selama lima menit.
7. Diamati apa yang terjadi

6.2 Uji Fehling dan Benedict
1. Ditambahkan 5 ml pereaksi benedict ke dalam masing-masing 4 tabung reaksi. Cara pembuatan : Larutan 173 gr Natrium Sitrat da 100 gr Natrium Karbonat dalam 750 aquades. Diaduk, disaring lalu ditambahkan perlahan larutan 17,3 gr CuSO4dalam 100 ml air ke dalam filtrat. Di encerkan hingga volume total 1l.
2. Atau 5 ml pereaksi Fehling yang masih fresh (Cara membuat : larutan A=69 gr CuSO4. 5H2O dalam 1 L air suling, larutan B = 346gr natrium kalium tartrat atau garam Rochelle di dalam larutan NaOH 10%, artinya larutan A dan B sama banyak, setelah itu dicampurkan). Ke dalam masing-masing tabung ditambahkan beberapa tetes bahan yang akan diuji. Ditempatkan tabung reaksi dalam air mendidih selama 10-15 menit. Di uji Formaldehid, n-heptanaldehid, aseton dan sikloheksanon.

6.3 Adisi bisulfit
1. Dimasukkan 5 ml larutan NaHSO3 jenuh ke dalam erlenmeyer 50 ml
2. Didinginkan larutan dalam air es
3. Ditambahkan 2,5 ml aseton tetes demi tetes sambil diaduk
4. Setelah 5 menit ditambahkan 10 ml etanol untuk memulai kristalisasi
5. Disaring kristal dengan corong hirsch.
6. Amati spa yang akan terjadi bila kristal dalam tabung reaksi ditambahkan beberapa tetes HCl pekat

6.4 Pengujian dengan Fenilhidrazin
1. Dimasukkan 5 mL fenilhidrazin ke dalam tabung
2. Ditambahkan 10 mL bahan yang akan diuji
3. Ditutup tabung reaksi dan diguncang dengan kuat selama 1-2 menit hingga mengkristal
4. Disaring kristal dengan corong Hirsch
5. Dicuci dengan sedikit air dingin dandirekristalisasi dengan sdikit metanol dan etanol
6. Dikeringkan dan ditentukan titik lelehnya
7. Dilakukan pengujian terhadap benzaldehid dan sikloheksanon
8. Dengan cara yang sama, digunakan 2,4-dinitrofenilhidrazin
9. Dibuat turunan benzaldehid dan sikloheksanon
10. Ditentukan titik lelehnya

6.5 Pembuatan Oksim
1. Dilarutkan 1 gr hidroksilamin dan 1,5 gr natrium asetat trihidrat di dalam 4 ml air, di dalam erlenmeyer 50 mL
2. Dipanaskan larutan sampai 35°C
3. Ditambahkan sikloheksanon
4. Ditutup labu dan digoncangkan selama 1-2 menit, pada waktu mana zat padat sikloheksanon-oksim akan terbentuk
5. Didinginkan labu dalam lemari es
6. Disaring kristal dengan corong Hirsch
7. Dicuci dengan 2 mL air es
8. Dikeringkan
9. Ditentukan titik lelehnya

6.6 Reaksi Haloform
1. Dimasukkan 5 tetes aseton dalam 3 mL larutanj NaOH 5%
2. Ditambahkan sekitar 10 mL larutan iodium iodida (cara buatnya: larutkan 25 gr iodium di dalam larutan 50 gr kalium iodida dalam 200 mL air)
3. Sambil digoncang-goncangkan sampai warna coklat tidak hilang lagi
4. Iodoform yang berwarna kuning akan mengendap dan baunya yang khas
5. Dilakukan pengujian terhadap isopropanol, 2-pentanon, dan 3-pentanon

6.7 Kondensasi Aldol
1. Ditambahkan 0,5 mL asetaldehid ke dalam 4 mL larutan NaOH 1%
2. Digoncangkan dan dicatat bau khasnya (sisa asetaldehid)
3. Dididihkan campuran reaksi selama 3 menit
4. Dicatat hati-hati bau tengik dari krotonaldehid.
5. Disusun peralatan untuk merefluks
6. Dalam labu 50 mL ditempatkan etanol, 1 mL aseton, 2 mL benzaldehid, dan 5 mL larutan NaOH 5%
7. Campuran direfluks selama 5 menit
8. Didinginkan labu dan dikumpulkan kristal dengan corong Bruchner. Bisa direkristalisasi dengan etanol
9. Ditentukan titik lelehnya


 vidio dapat dilihat di link https://youtu.be/zd50ddGdht8
pertanyaan :
1. apa kegunaan formalin yang digunkan pada vidio?
2.  mengapa pada saat dicampurkan pormalin dengan senyawa fehling A dan B  menghasilkan larutan yang terpisah?
3.  coba jelaskan perbedaan antara gugus karbonil dengan keton?
 



Selasa, 10 Maret 2020

laporan percobaaan 4


tambahkan 2 ml zat x tambahkan  2 ml klorin lalu dikocok

LAPORAN PRATIKUM
KIMIA ORGANIK I

  

DISUSUN OLEH:
PAULINA ERIKA MANURUNG
A1C118062
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020




VII. Data pengamatan

a   7.1  Brom dalam karbon tetraklorida

No
perlakuan
Hasil pengamatan
1
Isi  1 ml alkana ke dalam tabung reaksi ,  lalu tambahkan 10-15 tetes brom lalu di kocok , tempatkan tabung  ke dalam tempat gelap
Warna tidak berubah
2
isi 1 ml alkana dan  ditambahkan 10-15 tetes brom dan dikocok, dalam tempat yang disinari matahari
Warna berubah dari kuning menjadi bening
3
isi 1 ml eter +10 tetes brom dan guncang
Terdapat 2 fasa , yang fasa pada bagian atas berwarna kuning (brom) dan pada bagian bawah berwarna putih (eter)
4
isi 1 ml benzen + 1ml brom, lalu digoncangkan
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas berwarna bening dan yang bawah berwarna cokelat

b    7.2 brom
No
perlakuan
Hasil pengamtan
1
 Panaskan benzene selama 5 menit
Setelah dipanaskan benzen menguap (tidak tersisa dalam reaksi)
2
Benzena tambahkan  paku lalu panaskan  selama 5 menit
Tidak menguap masih tersisa dalam tabung reaksi

c     7.3   Larutan kalium permanganat
No
perlakuan
Hasil pengamatan
1
isi kalium  permanganate ditambahkan  5  tetes n-  heksana
Ungu tanpa kemerahan
2
isi kalium  permanganat  ditambahkan 5  tetes eter
Ungu kemerahan
3
 Isi 1 ml  benzena  ditambahkan 2 ml   kalium  permanganate
Warna tetap







d      7.4 Asam sulfat pekat
No
perlakuan
Hasil pengamatan
1
masukkan kedalam tabung reaksi 2 ml asam sulfat 10 tetes eter kemudian  lalu di kocok
Larutan menjadi warna jingga, dan terasa panas pada saat dikocok
2
masukkan 2 ml H2SO4 ,tambahkan  10 tetes n-heptana , lalu dikocok
Larutan tidak larut sehingga terbentuk 2 lapisan , lapisan atas bening dan lapisan dibawah agak keruh

e    7.4  Asam nitrat


                              ·         Benzena  

No
Perlakuan
Hasil  pengamatan
1
campurkan  asam nitrat  4ml dan benzena 0,5 ml
Mengeluarkan asap
2
masukkan batu didih
Mengeluarkan gelembung
3
didihkan campuran
Larutan  berwarna kuning  bening
4
tuang  larutan kedalam es
Timbul asap dan baerbau menyengat

                                ·         Eter
No
Perlakuan
Hasil
1
campurkan asam nitrat 4ml dengan eter
Terdapat  gelembung
2
beri batu didih dan  panaskan
Timbul warna orange  pekat, timbul asap dan bau menyengat
3
tuang  larutan kedalam es
Larutan kembali berwarna bening  dan bau bayclin

f       7.5Bahan tak dikenal


No
Perlakuan
Hasil pengamatan
1
tambahkan 2 ml zat x  tambahkan 2ml air lalu dikocok
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas minyak jelantah dan bagian bawah air
tambahkan 2 ml zat  x  tsmbshksn  H2SO4 2ml kemudian dikocok
Warnanya berubah menjadi kecoklatan dan baunya tidak sedap
3
tambahkan 2 ml zat x tambahkan  2 ml klorin lalu dikocok
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas keruh dan lapisan bawah berwarna kuning

Benzene

1
tambahkan 2 ml benzena  tambahkan  2ml air  kemudian di kocok
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas lebih keruh dari pada lapisan bawah , dan dibagian atas ada gelembung
2
tambahkan 2ml zat benzena tambahkan  2ml H2SO4
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas bening dan lapisan bawah keruh
3
tambahkan 2 ml zat benzene tambahkan 2ml kloroform lalu dikocok
Terdapat cincin benzena
Terdapat 2 lapisan atas keruh   dan bagian bawah agak keruh.

VIII. Pembahasan
    Hidrogen yaitu suatu senyawaa organik yang mengandung hydrogen dan karbon. hidrogen aliafatik  terdiri atas 3 bagian ialah alkana yang memiliki ikatan tunggal  sedangkan alkena dan alkuna memiliki ikatan rangap dua dan rangkap tiga atau sering dikatakan tak jenuh.  suatu senyawa lingkar  yang memiliki struktur yang berkaitan dengan benzen yang memiliki 6 elektron pi,dialam satu lingkaran yang beratom 6 ( tim penuntun kimia organik 1 ,2020 )

8. 1 brom dalamkarbon tetraklorida
pada percobaan ini menggunakan 2 tempat untuk melakukan pengamatan yaitu di tempat gelap dan terang. pada percobaan ini kami melakukan mengisi  1 ml alkana ke dalam tabung reaksi ,  lalu tambahkan 10-15 tetes brom lalu di kocok , tempatkan tabung  ke dalam tempat gelap sehingga kami mendapatkan hasil warna awal alkana tidak berubah. lalu selanjutnya kami mengisi 1 ml alkana dan  menambahkan 10-15 tetes brom dan dikocok, dalam tempat yang disinari matahari mendapatkan hasil warna nya berubah diman awarna awalnya kuning berubah menjadi bening. selanjutnya kami melakukan mengisi 1 ml eter  dan menambahkan 10 tetes brom dan guncang dengan mendapatkan hasil  yaitu terdapat 2 fasa , yang fasa pada bagian atas berwarna kuning (brom) dan pada bagian bawah berwarna putih (eter). selanjutnya yang kami lakukan mengisi 1 ml benzen ditambahkan  1ml brom, lalu digoncangkan dengan mendapatkan hasil Terdapat 2 lapisan , lapisan atas berwarna bening dan yang bawah berwarna cokelat.

8.2 Brom
 pada percobaan ini bertujuan untuk mengamati reaksi halogenasi dan juga untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap  mempercepat terjadinya senyawa hidrokarbon  pada apercobaan ini digunakan juga untuk membedahkan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. pada percobaan ini kami melakukan dengan   memanaskan benzene selama 5 menit dengan mendapatkan hasil Setelah dipanaskan benzen menguap (tidak tersisa dalam reaksi). lalu kami melakukan degan masukkan 2 ml H2SO4  dan tambahkan  10 tetes n-heptana , lalu dikocok sehingga kami mendapatkan hasil Tidak menguap masih tersisa dalam tabung reaksi. 

 8.3 asam sulfat padat
 pada percobaan ini asam sulfat berfungsi sebagai oksidator dimana dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna. pada percobaan ini kami melakukan masukkan kedalam tabung reaksi 2 ml asam sulfat 10 tetes eter kemudian  lalu di kocok sehingga mendapatkan hasil  Larutan menjadi warna jingga, dan terasa panas pada saat dikocok. selanjutnya kami melakukan memasukkan 2 ml H2SO4 ,tambahkan  10 tetes n-heptana , lalu dikocok dan mendapatkan hasil Larutan tidak larut sehingga terbentuk 2 lapisan , lapisan atas bening dan lapisan dibawah agak keruh.

8.4  Larutan kalium permanganat
 pada percobaan ini kami melakukan mengisi kalium  permanganate ditambahkan  5  tetes n-  heksana dan mendapatkan hasil  terdapat Ungu tanpa kemerahan. selanjutnya kami melakukan mengisi kalium  permanganat  ditambahkan 5  tetes eter dan mendapatkan hasil  terdapat Ungu kemerahan. selanjutnya kami melakukan mengisi 1 ml  benzena  ditambahkan 2 ml   kalium  permanganate dan mendapatkan hasil dimana warna nya tetap tidak berubah.

8.5 asam nitrat

 pada percobaan ini yang pertamana pada benzen dimana kami mencampurkan  asam nitrat  4ml dan benzena 0,5 ml dan mendapatkan hasil Mengeluarkan asap. lalu selanjutnya kami melakukan masukkan batu didih dengan mendapatkan hasil Mengeluarkan gelembung. lalu kami  mendidihkan campuran mendapatkan hasil Larutan  berwarna kuning  bening. selanjutnya kami melarutan  berwarna kuning  bening dengan mendapatkan hasil  Timbul asap dan baerbau menyengat.
 selanjutnya kami melakukan  dengan menggunakan eter  dimana mencampurkan asam nitrat 4ml dengan eter dan mendapatkan hasil Terdapat  gelembung. lalu selanjutnya kami melakukan  memberi batu didih dan  panaskan dengan mendapatkan hasil  Timbul warna orange  pekat, timbul asap dan bau menyengat. selanjutnya kami menuangkan  larutan kedalam es mendapatkan hasil Larutan kembali berwarna bening  dan bau bayclin.

8.6 Bahan yang tak dikenal
 pada percobaan ini kami menggunakn 3 tabung reaksi  .pada percobaan dengan menggunakan bahan 1 kami melakukan menambahkan 2 ml zat x  tambahkan 2ml air lalu dikocok sehingga mendapatkan hasil Terdapat 2 lapisan , lapisan atas minyak jelantah dan bagian bawah air. selanjutnya kami melakukan  tambahkan 2 ml zat  x  tsmbshksn  H2SO4 2ml kemudian dikocok mendapatkan hasil

Warnanya berubah menjadi kecoklatan dan baunya tidak sedap. selanjutnya kami melakukan
menambahkan 2 ml zat x tambahkan  2 ml klorin lalu dikocok dan mendapatkan hasil 
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas keruh dan lapisan bawah berwarna kuning. sedangkan pada bahan 2 kami melakukan  menabahkan 2 ml benzena  tambahkan  2ml air  kemudian di kocok sehinhga mendapatkan hasil Terdapat 2 lapisan, lapisan atas lebih keruh dari pada lapisan bawah , dan dibagian atas ada gelembung. selanjutnya kami menabahkan 2ml zat benzena tambahkan  2ml H2SOmendapatkan hasil terdapat 2 lapisan ,lapisan atas bening dan lapisan bawah keruh. selanjutnya kami
menambahkan 2 ml zat benzene tambahkan 2ml kloroform lalu dikocoksehingga mendapatkan hasil
Terdapat cincin benzen Terdapat 2 lapisan atas keruh   dan bagian bawah agak keruh.

IX.  Manfaat
 Adapun manfaat yang saya dapatkan setelah melakukan pratikum ini ialah saya dapat mengetahui bagimana cara dan Teknik dalam pengujian tiga golongan senyawa organik dan saya dapat membedahkan jenis reaksi ketiga golongan senyawa hidrokarbun

X. pertanyaan pasca pratek
1. mengapa pada saat bahan tak dikenal 1  saat ditambahkan 2 ml air terdapat 2 lapisan sednagkan pada saat ditambahkan H2SO4 tidak terdapat 2 lapisan ?
2. apa fungsi batu didih pada percobaan asam nitrat ?
3. mengapa pada percobaan brom pada tabung yang berisi benzen menguap dan larutannya tidak tersisa sedangkan pada tabung yg terdapat paku tidak menguap ?


XI. Kesimpulan
1.     Alkena pada saat direaksikan dengan asam sulfat pekan dingin  akan terjadi reaksi adisi yang dapat
menghasilkan alkhil hydrogen sulfat dimana reaksinya berjalan dengan lambat.
2.     Pada saat  hidrokarbon alkana direaksikan dengan brom yang terjadi campuran tidak bereaksi ataupun jika bereaksi akan bereaksi dengan lambat pada ruangan gelap akan tetapi pada saat di ruangan terang  reaksi akan terjadi dengan cepat
3.       Senyawa hidrokarbon terdiri atas hidrokarbon jenuh dan hidrokarbon tak jenuh . hidrokarbon jenuh ialah hidrokarbon yang memiliki ikatan tunggal ( alkana ) dan hidrokarbon tak jenuh ialah yang memiliki rangkap dua  dan rangkap tiga ( alkena dan alkuna ).

XII. Daftar pustaka
Respati.1986.kimia organik jilid 1. Jakarta : aksara baru 
Sumarjo,D.2009. Pengantar kimia : buku panduan kuliah mahasiswa kedokteran dan program starata 1 fakultas biosakta. jakarta : EGC
Syukuri.1999. kimia dasar 3.Bandung : ITB
Tim penuntun kimia organik 1 .2020. penuntun kimia organik 1 . jambi : universitas jambi

Untu Vidio dapat dilihat https://youtu.be/5nJPNUvPM3w


XIII. Lampiran

                                                    asam sulfat ditambahkan dengan n-heptana
                                              hasil dari asam sulfat ditambahka eter  menjadi
                                                   warna kuning
                                                 memanaskan brom dan paku
                                                 pengujian bahan tak dikenal

                                               pada saat menguji bahan tak dikenal 2