Selasa, 04 Februari 2020

laporan pratikum percobaan 1 analisis kualitatif unsur-unsur zat organik dan penentuan kelas larutan

LAPORAN PRATIKUM
KIMIA ORGANIK I




  





DISUSUN OLEH:
PAULINA ERIKA MANURUNG
A1C118062



DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020


                   untuk prosedur percobaan dapat dilihat pada :  https://paulinaerika.blogspot.com/?m=1

VII. Tujuan Pengamatan

ü  Dapat mengetahui prinsip dasar dalam analisa kualitatif kimia organik
ü  Dapat mengetahui tahapan kerja analisa yang dimulai dengan unsur karbon,hidrogen,belerang,nitrogen,halogen dalam suatu senyawa organik dan penentuan kelas kelarutan nya
ü  Dapat mencoba beberapa senyawa unknow untuk dianalisa 






VIII. DATA PENGAMATAN
 Analisis Unsur
1. Karbon dan hidrogen
Langkah kerja
Hasil pengamatan
 Dimasukan 1 gram CuO kering dipanaskan
Ditambahkan gula
alirkan pipa (CaCOH)2) lalu dipanaskan
Tidak terdapat perubahan  namun hanya  kering
CuO bercampur dengan gula dan meleleh
Timbul uap dan gas

2. Halogen
Langkah kerja
Hasil pengamatan
Tes beilstein. panaskan kawat tembaga sampai warna kemerah merahan setelah itu didinginkan dan  tetesi CCl4 , dipijarkan lalu diamati warna nyala
Warna nyala yang dihasilkan warna orange
Tes CaO. panaskan CaO didalam  tabung besar , tetesi CCl4 lalu didihkan dengan air suling + HNO3 encer
Terdapat  bau, kemudian muncul  gelembung disekitar kulit telur dan warna larutan menjadi jernih


Metode leburan dengan natrium
1. Belerang
Langkah kerja
Hasil pengamatan
Larutan L (putih telur) ditambahkan asam pekat HCL (diasamkan) ,didihkan lalu  periksa gas dengan kertas saring yang dibasahi dengan Pb asetat 10% + larutan nitroprosside
Timbul gas dan timbul  bau yang tidak sedap dan gumpalan gumpalan putih


 2. Nitrogen
Langkah kerja
Hasil pengmatan
3 ml larutan L ditambahkan  3 tetes larutan FeSO4 lalu tambahkan 1 tetes FeCl2 lalu tambahkan 5 tetes KF 10%, tambahkan 1-2 ml NaOH 10 % lalu  didihkan
Asamkan dengan asam sulfat encer
 awalnya larutan berwarna hitam setelah itu berubah menjadi warna  kuning kebeningan dan terdapat endapan yang berwarna biru berlin
 

3. Halogen
Langkah kerj
Hasil pengamatan
Larutan L (putih telur + HCl) diasamkan dengan HNO3 encer  lalu dihkan untuk menghilangkan HCN atau H2S + AgNO3 encer lalu didihkan lagi
 Diperoleh endapan berwarna  coklat kehitaman yang cukup banyak



Penentuan kelas kelarutan
 1. Kelarutan dalam air



    Langkah kerja

Hasil pengamatn
masukkan 0,1 gram gula  lalu tambahkn  3ml air suling lalu  kocok dengan kuat kuat
Larutan jernih (+), larut
 Masukan 0,1 gram garam lalu tambahkan  3ml air suling dan  kocok kuat kuat
Larutan jernih (+), larut
 Masukan 0,1 gram minyak  lalu tambahkan  3ml air suling lalu kocok kuat kuat
Larutan keruh (-)
 Masukan 0,1 gram tepung  ta,bahkan  3ml air suling lalu kocok kuat kuat
Larutan keruh(-)

2. Kelarutan dalam eter

                          Langkah kerja
Hasil pengamatan
Dimasukkan 0,1 gram gula tambahkan 3ml eter
 Larutan Jernih (+)
 Masukan 0,1 gram garam tambahkan  3ml eter dan  kocok kuat kuat
 Larutan Jernih (+)
 Masukan 0,1 gram minyak tambahkan  3ml eter, kocok kuat kuat
 Larutan Jernih (+)
 Masukan 0,1 gram tepung tambahkan 3ml eter , kocok kuat kuat
 Larutan Keruh (-)


3. Kelarutan dalam NaOH 5%

Langkah kerja
Hasil pengamatan
Dimasukkan 0,1 gram gula lalu tambahkan  3ml NaOH 5%
 Larutan Jernih (+)
 Masukan 0,1 gram garam lalu tambahkan  3ml NaOH 5% dan kocok kuat kuat
 Larutan jernih (+)
 Masukan 0,1 gram minyak lalu tambhakan  3ml NaOH 5%, kocok kuat
 Larutan Keruh (-)
 Masukan 0,1 gram tepung  lalu tambahkan 3ml NaOH 5%, kocok kuat
 Larutan Keruh (-)




4. Kelarutan dalam HCl

Langkah kerja
Hasil pengamatan
Dimasukkan 0,1 gram gula  tambahkan  5ml HCl 5%
Larutan jernih (+), terasa agak panas
 Masukan 0,1 gram garam tambahkan 3ml HCl 5%, kocok kuat kuat
Larutan jernih (+)
 Masukan 0,1 gram minyak tambahkan 3ml HCl 5%, kocok kuat
 Larutan Jernih (+)
 Masukan 0,1 gram tepung  tambhakan 3ml HCl 5%, kocok kuat
 Larutan Jernih (+)







5. Kelarutan dalam NaHCO3 5%



Langkah kerja
Hasil pengamatan
Dimasukkan 0,1 gram gula  tambahkan 3ml NaHCO3 5%
Timbul gas CO2 (+)
 Masukan 0,1 gram garam tambakan  3ml NaHCO3 5%, kocok kuat
Tidak Timbul gas CO2 (-)
 Masukan 0,1 gram minyak  tambahkan  3ml NaHCO3 5%, kocok kuat
Tidak Timbul gas CO2 (-)
 Masukan 0,1 gram tepung  tambahkan  3ml NaHCO35%, kocok kuat
Tidak Timbul gas CO2 (-)


6. Kelarutan dalam H2SO4 pekat

Langkah kerja
Hasil pengamamatan
Dimasukkan 0,1 gram gula  tambahkn 3ml H2SO4 pekat kocok
Larutan jernih (+) tidak berwarna
 Masukan 0,1 gram garam  tambahkan 3ml, H2SO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+) tidak berwarna
 Masukan 0,1 gram minyak  tambahkan 3ml, H2SO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+) berwarna orange
 Masukan 0,1 gram tepung  tambahkan  3ml, H2SO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+) berwarna orange


7. Kelarutan H3PO4 pekat

Langkah kerja
Hasil pengamatan
Dimasukkan 0,1 gram gula tambahkan  3ml H3PO4 pekat
Larutan jernih (+)
 Masukan 0,1 gram garam  tambakan 3ml H3PO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+)
 Masukan 0,1 gram minyak tambahkan 3ml H3PO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+)
 Masukan 0,1 gram tepung tambahkan 3ml H3PO4 pekat kocok kuat
Larutan jernih (+) tapi timbul endapan

i

IX. Pembahasan
 Analisis Organik kualitatif adalah pembelajaran bergerak dalam bidang identifikasi suatu senyawa organik yang tidak diketahui. Suatu percobaan berhasil  dapat ditentukan oleh berbagai  faktor yang erat hubungan nya dengan sifat khusus dari suatu senyawa  dan teknik suatu pola kerja analisa yang sistematik. suatu kerja dalam analisa organik kualitatif  akan meliputi berbagai bidang dalam analisa unsur, sifat unsur, klasifikasi gugus fungsi dengan  cara  identifikasi pada sifat derivatnya ( Tim  penuntun Kimia organik 1,2020 )

 9. 1 . Analisa Unsur 
  1. Hidrogen
      pasa saat melakukan percobaan ini kami melakukan dengan memasukan 1 gr CuO  kering  lalu dipanaskan dan ditambahkan gula dan dialirkan pipa (CaCOH0)2) setelah itu di panaskan sehingga kami mendapatkan hasil tidak terjadi perubahan namun hanya menjadi kering dan larutan CuO bercampur dengan gula dan larutan melele dan menimbulkan  uap  dan gas.
2. Halogen
  pada melakukan percobaan ini dengan mrnggunakan tes beilstein dengan memanaskan kawat tembaga samai timbul warna kemera-merahan lalu dinginkan  dan ditetesi CCL4 lalu kamimengamati warna nyala sehingga kami mengasilkan warna nyala berwarna orange. sedangkan pada tes CaO terlebih dahulu kami memanaskan CaO dalam tabung besar lalu menetesi CCl4 dan mendidikan air suling dan ditambahkan  HNO3 encer sehingga kami mendaatkan hasil dimana menimbulkan bau, kemudian timbul gelembung di sekitar kulit telur dan warna larutan menjadi jernih.

9.2. Metode leburan dengan Natrium
    1. belerang
 pada percobaan ini kami menggunakan larutan L ( putih telur ) lalu kami menambahkan asam pekat HCl  lalu didikan dan diperiksa gas melalui kertas saring yang dibasahi dengan Pb asetat 10% lalu kami menambahkan larutan nitroprosside sehingga kami mendapatkan hasil dimana timbul gas  dan timbul bau yang tidak sedap dan gumpalan- gumpalan putih
2. nitrogen
pada percobaan ini kami melakukan dengan langkah awal kami memasukan 3 ml larutan L dan menambahkan 3 tetes larutan FeSO4 dan menambahkan 1 tetes FeCl2  dan menambahkan 5 tetes KF sebanyak 10% dan menambahkan 1 ml NaOH 10 % dan mendidikan asam dengan asam sulfat encer sehingga kami mendapkan terjadi perubahan warna yang awalnya larutan berwaarna hiyam lalu berubah menjadi warna kuning kebeningan dan terdapat juga endapan yang berwarna biru berlin

3. Halogen
 Pada percobaan in i kami menggunakan kami menggunakan larutan L (putih telur+ HCl) dan diasamkan dengan HNO3 encer dan didihkan untuk menghilangkan HCN lalu ditambahkan AgNO3  encer dan didikan lagi sehingga kami mendapatkan hasil terdapat endapan berwarna coklat kehitaman yang cukup banyak


9.3 Penentuan kelas kelarutan
 1. Kelarutan  dalam air 
 pada percobaan ini yang kami lakukan dengan memasukan 0,1 gr gula dan ditambahkan 3 ml air suling dan dikocok dengan kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih  ( +)  .Setelah itu  kami memasukan  0,1 gr gram dan  menambahkan 3 ml air suling dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) dal larut. setelah itu kami memasukan 0,1 gr tepung tambahkan air suling dan dikocok dengan kuat sehigga kami mendapatkan hasil  larutannya keruh (-)

2. Kelarutan eter 
pada percobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula lalu menambahkan  0,1 gr gula lalu menambahkan 3 ml eter kami mendapatkan hasil larutan jernih (+) .Setelah itu kami memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml eter  dan di kocok dengan kuat kuat kami mendapatkan hasil  larutan jernih (+). setelah itu kami memasukan 0,1 minya tambahkan 3 ml eter lalu kocok kuat-kuat mendapatkan hasil larutan jernih (+) .setelah itu memasukan 0,1 gr tepung dan tambahkan 3ml eter lalu dikocok kuat-kuat sehingga mendapatkan hasil larutan keruh (-).

3. kelarutan dalam NaOH 5 %
 pada percobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan jernih.setelah itu memasukan 0,1 gr garam lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan jernih.  setelah itu memasukan 0,1 gr minyak  lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan keruh (-).setelah itu memasukan 0,1 gr tepung   lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan keruh (-).

4. Kelarutan dalam HCl
pada per cobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 5 ml HCl 5 % sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) terasa agak panas .memasukan 0,1 gr garam  tambahkan 3 ml HCl 5 % dan kocok dengan kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) . memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 5 ml HCl 5 %  lalu kocok dengan kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) . memasukan 0,1 gr tepung  tambahkan 5 ml HCl 5 % lalu kocok kuat kuat  sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+)  .

5. Kelarutan dalam NaHCO3 5 %
  pada percobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml NaHCO3 5 %  dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil timbul gas CO2 (+). setelah itu  memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml NaHCO3 5 %  dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil tidak  timbul gas CO2 (-). setelah itu  memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml NaHCO3 5 %  dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil tidak  timbul gas CO2 (-). setelah itu  memasukan 0,1 gr tepung tambahkan 3 ml NaHCO3 5 %  dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil timbul gas CO2 (+).

6. Kelarutan dalam H2SO4 pekat
pada per cobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml   H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) tidak  berwarna . setelah itu  memasukan 0,1 gr garam  tambahkan 3 ml   H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) tidak berwarna .  memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml   H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+).  memasukan 0,1 gr tepung  tambahkan 3 ml   H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) berwarna orange.

7. kelarutan H3PO4 pekat 
pada per cobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml   H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+). lalu memasukan 0,1 gr garam  tambahkan 3 ml   H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+).memasukan 0,1 gr minyak  tambahkan 3 ml   H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+).memasukan 0,1 gr tepung  tambahkan 3 ml   H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) timbul bau. 








X. Pertanyaan Pasca

1. apa kegunaan asam asetat pada percobaan belerang?
2. mengapa pada pada percobaa halogen pada tes CaO jika tidak terdapat terdapat larutan jernih harus di saring dengan kertas saring? jelaskan!
3. apa keguaan larutan H2SO4 pada percobaan nitrogen
                
XI.Kesimpulan
adapun kesimpulan dalam melakukan pratikum ini ialah
1. identifikasi struktur dari suatu senyawa organik dapat dilakukan dengan analisis kualintatif  dengan meraaksikan sampel dengan  pelarut tertentu . Analisis kualintatif ialah suatu analisi kimia yang dapat digunakan untuk apa yang terkandung didalam suatu senyawa organik yang akan dianalisis
2. ada bentuk diantara analisa  unsur dan tes kelarutan yang dapat dilakukan untuk menguji unsur C, H,N,O,P dan S. sedangkan tes kelarutan untuk menggolongkan senyawa  apa itu dengan melihat bagan
3.  untuk mengidentifikasikan struktur senyawa organik dilakukan dengan tes nitrogen,belerang, tes hidrogen dan tes kelarutan . dimana tes kelarutan dapat dipengearuhioleh suatu zat, temperatur dan tekanan.

XII. Manfaat
 Adapun manfaat kami melakukan pratikum ini ialah kami dapat mengetahui dan memahami prinsip dasar dalam menganalisa kualitatif dalam kimia organik dan dapat mengetahui tentang beberapa senyawa unknow yang akan dianalisa.

vidio pratikum : https://youtu.be/OJCJh4KA4AY

Daftar Pustaka
Ganjdar. 2011. Riview, Teknik Peningkatan Kelarutan Obat. Vol 3. No 2. Palembang ; Universitas Sriwijaya.
Martin, Alfred. 1993. Farmasi Fisik II Dasar-dasar Kimia Fisik dalam Ilmu Kosmetik, Jakarta :           UI Press.
Tim Kimia Organik. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik 1. Jambi: Universitas
Tim Kimia Organik. 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik 1. Jambi: Universitas
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/





XIV. Lampiran
  

 gambar 1. anggota kelompok 4



gambar 2. hasil dari analisa pada unsur halogen  dengan menggunakan tes beilstein 

 gambar 3.  Hasil dari analisa unsur halogen dengan menggunakan tes CaO

gambar 4. Hasil dari Kelarutan gula di dalam air
gambar 5. bahan-bahan 



3 komentar:

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Perkenalkan nama saya Adriyan Wijaya putra
    NIM A1C118035
    Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1
    Menurut saya, kita menggunakan timbal asetat agar kita dapat mengetahui ada atau tidaknya belerang dalam seyawa tersebut Karena selain dari bau kita dapat melihat berhasil atau tidak nya dari munculnya endapan timbal sulfida (PbS).
    Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga dapat membantu menjawab permasalahan yang ada
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    BalasHapus
  2. Assalammualaikum wr.wb
    Perkenalkan nama saya Radiah (A1C118045)
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.3
    Menurut saya kegunaan asam sulfat pada percobaan analisa nitrogen yaitu berguna untuk mengasamkan larutan yang sebelum nya bersifat basa, agar larutan L (putih telur) dapat menandakan adanya unsur nitrogen dan terdapat endapan biru berlin.
    Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga bisa menbantu menjawab pertanyaan yang ada..
    Terimakasih

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum, hai paulina, saya Cici Indah Septiana NIM A1C118069 kelas reguler A 2018, akan menjawab pertanyaan nomor 2, menurut saya pada tes CaO yang menggunakan kulit telur, pada saat pengamatan hasil larutannya, akan dikotori oleh sisa sisa kulit telur tersebut sehingga akan terlihat larutan keruh padahal sebenarnya tidak, hanya saja itu adalah sisa kulit telur yang membuat larutan tampak keruh. Sehingga harus disaring agar terlihay jelas larutan jernih atau tidaknya. Terima kasih, Wassalamualaikum

    BalasHapus