LAPORAN PRATIKUM
KIMIA
ORGANIK I

DISUSUN
OLEH:
PAULINA
ERIKA MANURUNG
A1C118062
DOSEN
PENGAMPU
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
VII. Tujuan Pengamatan
- untuk mengetahui prinsip-prinsip dasar dalam menentukan titik leleh senyawa murni
- untuk melakukan kalibrasi termometer sebelum digunaka untuk menentukan tititk leleh suatu senyawa murni
- untuk membedahkan titik leleh suatu senyawa murni dengan senyawa yang tidak murni
untuk menentukan penentuan titik leleh suatu senyawa murni yang diberikan sebagai sampel
VIII. Prosedur kerja
untuk prosedur percobaan dapat dilihat pada : https://paulinaerika.blogspot.com/?m=1
IX. Data pengamatan
9.1 Kalibrasi termometer
No
|
langkah kerja
|
Hasil pengamatan
|
1
|
masukkan termometer kedalam labu elemeyer yang telah diisi dengan air dan serbuk batu es yang mana labu elemeyer telah disumbat terlebih dahulu dengan penyumbat agar terisolasi
|
Skala termometer turun hingga 0 serajat
|
2
|
masukan aquades kedalam labu elemeyer yang telah disumbat lalu dipanaskan
|
Suhu awal 95◦C hingga suhu tetap 97 ◦C
|
9.2 Penentuan titik leleh
NO
|
Nama senyawa
|
Titik leleh
|
pelarut
| |
Mulai
|
tepat
| |||
1
|
Naftalen
|
78◦C
|
84◦C
|
Minyak
|
2
|
Glukosa
|
120◦C
|
140◦C
|
Minyak
|
3
|
Beta naftol
|
105◦C
|
115◦C
|
Minyak
|
4
|
Asam benzoat
|
98◦C
|
150◦C
|
Minyak
|
5
|
Maltosa
|
105◦C
|
107◦C
|
Minyak
|
Penentuan titik leleh campuran
No
|
Campuran 2 senyawa
|
Titik leleh (°c)
| |||||
1:1
|
1:3
|
3:1
| |||||
Mulai
|
tepat
|
mulai
|
tepat
|
mulai
|
tepat
| ||
1
|
Naftalen- glukosa
|
100 ◦C
|
148◦C
|
148◦C
|
155◦C
|
130◦C
|
146◦C
|
2
|
Beta naftol – asam benzoat
|
88 ◦C
|
92◦C
|
90◦C
|
103◦C
|
85◦C
|
120◦C
|
3
|
Glukosa –beta naftol
|
130 ◦C
|
140◦C
|
146◦C
|
150◦C
|
138◦C
|
149◦C
|
4
|
Asam benzoat-maltosa
|
110◦C
|
120◦C
|
100◦C
|
155◦C
|
97◦C
|
135◦C
|
5
|
Maltosa-naftalen
|
120◦C
|
122◦C
|
110◦C
|
114◦C
|
113◦C
|
115◦C
|
9.3 Demonstrasi titik leleh dengan MPA (melting point apparatus)
NO
|
Nama senyawa
|
Titik leleh
| |
M
|
tepat
| ||
1
|
Naftalen
|
85C
|
100◦C
|
2
|
Glukosa
|
160,22◦C
|
180◦C
|
3
|
Beta naftol
|
110◦C
|
115◦C
|
4
|
Asam benzoat
|
115◦C
|
120◦C
|
5
|
Maltosa
|
90◦C
|
102◦C
|
X.pembahasan
zat padat memiliki molekul-molekul berbentuk kisi-kisi yang teratur dan diikat dengan gaya gravitasi dan elektrostatik. Bila suatu zat dipanaskan energi kinetik dari molekul-molekul tersebut akan naik.Titik leleh senyawa murni ialah temperatur dalam fase padan dan pada fase cair senyawa akan berada dalam kesetimbangan dengan tekanan 1 atm. Kalor dibutuhkan untuk transisi dari bentuk kristal,pemecahan kisi kristal hingga selurunya berbentuk cair. titik leleh suatu senyawa murni dapat ditentukan dari pengamatan trayek leleh, dimulai pada saat terjadi pelelehan,transisi padat cair,higga semua kristal mencair ( Tim penuntun kimia organik 1,2020)
10.1. kalibrasi termometer
Percobaan ini dilakukan kalibrasi termometer. Dimana dilakukan bertujuan untuk memeriksa layak atau tidak termometer digunakan dan sudah atau belum memenuhi standarnya. Termometer digunakan sebagai alat pengukur suhu. Langkah awal yang kami lakukan pada percobaan ini ialah dengan memasukan termometer sampai ujung nya menyentuh es dan air kedalam labu erlemeyer, lalu selanjutnya erlemeyer tersebut disumbat dengan rapat dengan menggunakan gabus. Penyumbatan dilakukan supaya campuran terisolasi dengan sempurna dan tidak terkontaminasi dengan lingkungan .Berdasakan hasil pengamatan yang kami dapatkan, kami mendapatkan hasil termometer bersekala 0 derajat C dan 97 derajat C.
10.2 Penentuan titik lele
Pada percobaan ini dilakukan pengamatan terhadap titik lele murni senyawa dengan 5 sampel yaitu asam benzoat,naftalen maltosa,glukosa dan betha-naftol. langkah awal yang dilakukan ialah menentukan menentukan titih leleg glukosa dengan memakai pelarut minyak.memkai minya karena titik didih minya lebih tinggi dibandingkan dengan air. hasil yang kami dapatkan ialah titik leleh naftalen mulai meleleh 78 derajat C titik akhir 84 derajat C. titik leleh glukosa muulai melele 120 derajat C titik akhir 140 derajat C.lalu asam benzoal mulai melelh 150 derajat C mulai meleh 105 derajat C titik akhir 107 derajat C. Titik leleh glukosa pada saat mulai melelh 120 derajat C titik akhir 140 derajat C dan meleh 78 derajat C. Jadi yang paling cepat meleh ialah naftalen.
Selanjutnya melakukan penentuan titik leleh dengan mencampurkan senyawa dengan senyawa lain dengan 3 perbandingan yaitu 1:3,3:1 dan 1: 1.langkah awal yang dilakukan ialah dengan mencampurkan naftalen dan glukosa dan mendapatkan hasil 1:1 mulai meleleh pada saat 100 derajat C dengan titik akhir 148 derajat C. Selanjutnya 1:3 kami mendapatkan mulai meleleh 148 derajat C dengan titik akhir 155 derajat C, lalu 3:1 mulai melelh 130 derajat C dan titik akhir 146 derajat C. campur betha naftol dengan asam benzoat dengan mendapatkan hasil 1:1 mulai meleleh 88 derajat C titik akhir meleleh 92 Cderajat, 1:3 mulai meleleh 90 derajat C titik akhir meleleh 103derajatC, 3:1 mulai meleleh 85derajat C titik akhir meleleh 120derajatC. Selanjutnya mencampur glukosa dan betha naftol dengan mendapatkan hasil 1:1 mulai meleleh 130derjat C titik akhir meleleh 140 derajatC, 1:3 mulai meleleh 146derajatC titik akhir meleleh 150derajatC, 3:1 mulai meleleh 138 derajat C titik akhir meleleh 149derajat C lalu kami mencampurkan asam benzoat dan maltosa dengan mendapatkan hasil 1:1 mulai meleleh 110 derajat C titik akhir meleleh 120 derajat C, 1:3 mulai meleleh 100derajat C titik akhir meleleh 155 Cderajat , 3:1 mulai meleleh 97derajat C titik akhir meleleh 135. Cderajat Setelah itu mencampur maltosa dan naftalen dengan mendapatkan hasil 1:1 mulai meleleh 120 Cderajat titik akhir meleleh 122 Cderajat , 1:3 mulai meleleh 110 Cderjaat titik akhir meleleh 114derjat C, 3:1 mulai meleleh 113 Cderajat titik akhir meleleh 114 derjat C.
10.3 Demonstrasi titik leleh dengan MPA (melting point apparatus)
Pada percobaan ini kami menggunakan alat melting point apparatus untuk mengukur titik leleh suatu zat. Pada percobaan ini kami menggunakan 5 sampel dan mendapatkan hasil pada naftalen mula 85 derajat C dan tepat100 derajat C pada glukosa mendapatkan hasil mula 160,22 derajat C dan tepat nya 180 derajat C pada Beta naftol tepat 115 derajat C dan tepat nya 180 derajat C pada asam benzoat mula 115 derajat Cdan tepat nya 120 derajat C dan pada maltosa mula 90 derajat C dan tepat nya 102 derajat CXI. Pertanyaan pasca
1. Mengapa pada saat larutan dipanaskan erlenmeyen harus disumbat dengan gabus ?
2. apa yang daat menyebabkan hasil dari pengujian secara aktual dsn dengan MPA mendapatkan hasil yang berbeda?
3. apa yang diperhataikan pada saat melakukan pengkalibrasian termometer?
XII. Manfaat
Dengan melakukan pratikum ini dapat menggunakan pemakaian alat MPA dan dapat mengatahui cara mengkalibrasi termometer dengan benar
XIII.kesimpulan
1. kalibrasi yang dilakukan terhadap termometer mempunyai perbedaan skala batas bawah
2. faktor yang dapat mempengaruhi selisi titik leleh adalah zat dan kekuatan alat yang digunakan
3. titik leleh ialah fase padat dan fase cair dalam keadaan yang setimbang dibawah tekananan 1 atm
4. Dalam menentukan titik lele dapat menggunakan 2 cara yaitu dengan cara manual dan menggunakan alat MPA.
XIV.
Dengan melakukan pratikum ini dapat menggunakan pemakaian alat MPA dan dapat mengatahui cara mengkalibrasi termometer dengan benar
Dengan melakukan pratikum ini dapat menggunakan pemakaian alat MPA dan dapat mengatahui cara mengkalibrasi termometer dengan benar
XV. Daftar pustaka
- http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/26/70
- Oxtoby.2014. Prinsip-prinsip kimia modern.Jakarta: Erlangga
- Rahmat.2015.Sistem Kalibrasi Termometer Infrared untuk Rentang 50 C- 500 C.Vol.3,No.1.
- Tim Penuntun Kimia organik 1. 2020. Penuntun Pratikum Kimia Organik 1 . jambi : Universitas Jambi .
XIV. Lampiran gambar
gambar 14.1. pengujian asam benzoat
gambar 14.4 pengujian titk leleh asam benzoat
gambar 14.2. kalibrasi Termometer dengan Es batu
dan air murni dan sumbatan
gambar 14.3. alat yang digunakan untuk penentuan
titik leleh campuran
gambar 14.4 pengujian titk leleh asam benzoat
gambar 14.5.kalibrasi termometer dean es batu dan
air murni





Perkenalkan nama saya septia misca dalvanny Nim 005 saya akan menjawab pertanyaan nomor 2 penyebab perbedaan penentuan titik leleh secara manual dengan menggunakan mpa adalah karena faktor kesalahan praktikan, ketika membaca angka pada suhu termometer selain itu bisa juga karena termometer yang belum terkalibrasi . Terimakasih
BalasHapusAssalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
BalasHapusNama saya Valen Dwi Putri,
Nim : A1C118050. Saya akan mencoba menjawab soal nomer 3. Apa yang diperhatikan pada saat melakukan pengkalibrasian termometer?. Pada saat pengkalibrasian termometer hal yang perlu diperhatikan adalah zat yang digunakan sebagai pengkalibrasi, misalnya praktikan ingin mengkalibrasi termometer yang memiliki skala 0 sampai 100 derajat celcius maka yang kita gunakan adalah air dan es, kemudian yang perlu kita perhatikan adalah, tangan kita tidak boleh menyentuh bagian termometer karena itu akan mempengaruhi suhu dari termometer tersebut.
Saya Fitrianty (A1C118032) akan menjawab pertanyaan nomor 1, dimana tujuan disumbatnya larutan pada saat pemanasan yaitu agar tidak terjadinya pertukaran energi atau pun keluar masuknya udara, agar pada saat kita menentukan suhu tersebut real dari dari larutan tersebut.
BalasHapusSekian, trims