LAPORAN PRATIKUM
KIMIA
ORGANIK I

DISUSUN
OLEH:
PAULINA
ERIKA MANURUNG
A1C118062
DOSEN
PENGAMPU
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
untuk prosedur percobaan dapat dilihat pada : https://paulinaerika.blogspot.com/?m=1
VII. Tujuan Pengamatan
ü
Dapat mengetahui prinsip dasar
dalam analisa kualitatif kimia organik
ü Dapat mengetahui tahapan kerja analisa yang dimulai dengan unsur
karbon,hidrogen,belerang,nitrogen,halogen dalam suatu senyawa organik dan
penentuan kelas kelarutan nya
ü
Dapat mencoba beberapa senyawa
unknow untuk dianalisa
VIII. DATA
PENGAMATAN
Analisis Unsur
1. Karbon
dan hidrogen
Langkah kerja
|
Hasil pengamatan
|
Dimasukan 1 gram CuO kering dipanaskan
Ditambahkan
gula
alirkan
pipa (CaCOH)2) lalu dipanaskan
|
Tidak terdapat perubahan namun hanya kering
CuO
bercampur dengan gula dan meleleh
Timbul
uap dan gas
|
2. Halogen
Langkah kerja
|
Hasil pengamatan
|
Tes
beilstein. panaskan kawat tembaga sampai warna kemerah merahan setelah itu
didinginkan dan tetesi CCl4 , dipijarkan
lalu diamati warna nyala
|
Warna nyala yang
dihasilkan warna
orange
|
Tes
CaO. panaskan CaO didalam tabung besar , tetesi CCl4 lalu didihkan
dengan air suling + HNO3 encer
|
Terdapat bau, kemudian muncul gelembung disekitar kulit telur dan warna
larutan menjadi jernih
|
Metode leburan dengan natrium
1. Belerang
Langkah kerja
|
Hasil pengamatan
|
Larutan
L (putih telur) ditambahkan asam pekat HCL (diasamkan) ,didihkan lalu periksa gas dengan kertas saring yang dibasahi
dengan Pb asetat 10% + larutan nitroprosside
|
Timbul
gas dan timbul bau yang tidak sedap dan gumpalan gumpalan
putih
|
2. Nitrogen
Langkah kerja
|
Hasil pengmatan
|
3 ml
larutan L ditambahkan 3 tetes larutan FeSO4 lalu tambahkan 1 tetes FeCl2 lalu tambahkan
5 tetes KF 10%, tambahkan
1-2 ml NaOH 10 % lalu didihkan
Asamkan
dengan asam sulfat encer
|
awalnya larutan berwarna hitam setelah itu berubah
menjadi warna kuning kebeningan dan terdapat endapan yang
berwarna biru berlin
|
3. Halogen
Langkah kerj
|
Hasil pengamatan
|
Larutan
L (putih telur + HCl) diasamkan dengan HNO3 encer lalu dihkan untuk menghilangkan HCN atau H2S + AgNO3
encer lalu didihkan lagi
|
Diperoleh endapan berwarna coklat kehitaman yang cukup banyak
|
Penentuan kelas kelarutan
1. Kelarutan dalam air
Langkah kerja
|
Hasil pengamatn
|
masukkan
0,1 gram gula lalu tambahkn 3ml air suling lalu kocok dengan kuat kuat
|
Larutan
jernih (+), larut
|
Masukan 0,1 gram garam lalu tambahkan 3ml air suling dan kocok kuat kuat
|
Larutan
jernih (+), larut
|
Masukan 0,1 gram minyak lalu tambahkan 3ml air suling lalu kocok kuat kuat
|
Larutan
keruh (-)
|
Masukan 0,1 gram tepung ta,bahkan 3ml air suling lalu kocok kuat kuat
|
Larutan
keruh(-)
|
2. Kelarutan dalam eter
Langkah kerja
|
Hasil pengamatan
|
Dimasukkan
0,1 gram gula tambahkan 3ml
eter
|
Larutan Jernih (+)
|
Masukan 0,1 gram garam tambahkan 3ml eter dan kocok kuat kuat
|
Larutan Jernih (+)
|
Masukan 0,1 gram minyak tambahkan 3ml eter, kocok kuat kuat
|
Larutan Jernih (+)
|
Masukan 0,1 gram tepung tambahkan 3ml
eter , kocok kuat kuat
|
Larutan Keruh (-)
|
3. Kelarutan dalam NaOH 5%
Langkah kerja
|
Hasil pengamatan
|
Dimasukkan
0,1 gram gula lalu tambahkan 3ml NaOH 5%
|
Larutan Jernih (+)
|
Masukan 0,1 gram garam lalu tambahkan 3ml NaOH 5% dan kocok kuat kuat
|
Larutan jernih (+)
|
Masukan 0,1 gram minyak lalu tambhakan 3ml NaOH 5%, kocok kuat
|
Larutan Keruh (-)
|
Masukan 0,1 gram tepung lalu tambahkan 3ml NaOH 5%, kocok kuat
|
Larutan Keruh (-)
|
4. Kelarutan dalam HCl
Langkah kerja
|
Hasil pengamatan
|
Dimasukkan
0,1 gram gula tambahkan 5ml HCl 5%
|
Larutan
jernih (+), terasa agak panas
|
Masukan 0,1 gram garam tambahkan 3ml
HCl 5%, kocok kuat kuat
|
Larutan
jernih (+)
|
Masukan 0,1 gram minyak tambahkan 3ml HCl
5%, kocok kuat
|
Larutan Jernih (+)
|
Masukan 0,1 gram tepung tambhakan 3ml HCl 5%, kocok kuat
|
Larutan Jernih (+)
|
5. Kelarutan dalam NaHCO3 5%
Langkah kerja
|
Hasil pengamatan
|
Dimasukkan
0,1 gram gula tambahkan 3ml NaHCO3 5%
|
Timbul gas CO2 (+)
|
Masukan 0,1 gram garam tambakan 3ml NaHCO3 5%, kocok kuat
|
Tidak Timbul gas CO2 (-)
|
Masukan 0,1 gram minyak tambahkan 3ml NaHCO3 5%, kocok kuat
|
Tidak Timbul gas CO2 (-)
|
Masukan 0,1 gram tepung tambahkan 3ml NaHCO35%, kocok kuat
|
Tidak Timbul gas CO2 (-)
|
6. Kelarutan
dalam H2SO4 pekat
Langkah kerja
|
Hasil pengamamatan
|
Dimasukkan
0,1 gram gula tambahkn 3ml H2SO4 pekat
kocok
|
Larutan jernih (+) tidak berwarna
|
Masukan 0,1 gram garam tambahkan 3ml, H2SO4 pekat
kocok kuat
|
Larutan jernih (+) tidak berwarna
|
Masukan 0,1 gram minyak tambahkan 3ml, H2SO4 pekat
kocok kuat
|
Larutan jernih (+) berwarna orange
|
Masukan 0,1 gram tepung tambahkan 3ml, H2SO4 pekat
kocok kuat
|
Larutan jernih (+) berwarna orange
|
7. Kelarutan
H3PO4 pekat
Langkah kerja
|
Hasil pengamatan
|
Dimasukkan
0,1 gram gula tambahkan 3ml H3PO4 pekat
|
Larutan jernih (+)
|
Masukan 0,1 gram garam tambakan 3ml H3PO4 pekat
kocok kuat
|
Larutan jernih (+)
|
Masukan 0,1 gram minyak tambahkan 3ml H3PO4 pekat
kocok kuat
|
Larutan jernih (+)
|
Masukan 0,1 gram tepung tambahkan 3ml H3PO4 pekat
kocok kuat
|
Larutan jernih (+) tapi timbul endapan
|
i
IX. Pembahasan
Analisis Organik kualitatif adalah pembelajaran
bergerak dalam bidang identifikasi suatu senyawa organik yang tidak diketahui. Suatu
percobaan berhasil dapat ditentukan oleh berbagai faktor yang erat hubungan nya dengan sifat khusus dari suatu senyawa dan teknik suatu pola kerja analisa yang sistematik. suatu kerja dalam analisa organik kualitatif akan meliputi berbagai bidang dalam analisa unsur, sifat unsur, klasifikasi gugus fungsi dengan cara identifikasi pada sifat derivatnya ( Tim penuntun Kimia organik 1,2020 )
9. 1 . Analisa Unsur
1. Hidrogen
pasa saat melakukan percobaan ini kami melakukan dengan memasukan 1 gr CuO kering lalu dipanaskan dan ditambahkan gula dan dialirkan pipa (CaCOH0)2) setelah itu di panaskan sehingga kami mendapatkan hasil tidak terjadi perubahan namun hanya menjadi kering dan larutan CuO bercampur dengan gula dan larutan melele dan menimbulkan uap dan gas.
2. Halogen
pada melakukan percobaan ini dengan mrnggunakan tes beilstein dengan memanaskan kawat tembaga samai timbul warna kemera-merahan lalu dinginkan dan ditetesi CCL4 lalu kamimengamati warna nyala sehingga kami mengasilkan warna nyala berwarna orange. sedangkan pada tes CaO terlebih dahulu kami memanaskan CaO dalam tabung besar lalu menetesi CCl4 dan mendidikan air suling dan ditambahkan HNO3 encer sehingga kami mendaatkan hasil dimana menimbulkan bau, kemudian timbul gelembung di sekitar kulit telur dan warna larutan menjadi jernih.
9.2. Metode leburan dengan Natrium
1. belerang
pada percobaan ini kami menggunakan larutan L ( putih telur ) lalu kami menambahkan asam pekat HCl lalu didikan dan diperiksa gas melalui kertas saring yang dibasahi dengan Pb asetat 10% lalu kami menambahkan larutan nitroprosside sehingga kami mendapatkan hasil dimana timbul gas dan timbul bau yang tidak sedap dan gumpalan- gumpalan putih
2. nitrogen
pada percobaan ini kami melakukan dengan langkah awal kami memasukan 3 ml larutan L dan menambahkan 3 tetes larutan FeSO4 dan menambahkan 1 tetes FeCl2 dan menambahkan 5 tetes KF sebanyak 10% dan menambahkan 1 ml NaOH 10 % dan mendidikan asam dengan asam sulfat encer sehingga kami mendapkan terjadi perubahan warna yang awalnya larutan berwaarna hiyam lalu berubah menjadi warna kuning kebeningan dan terdapat juga endapan yang berwarna biru berlin
3. Halogen
Pada percobaan in i kami menggunakan kami menggunakan larutan L (putih telur+ HCl) dan diasamkan dengan HNO3 encer dan didihkan untuk menghilangkan HCN lalu ditambahkan AgNO3 encer dan didikan lagi sehingga kami mendapatkan hasil terdapat endapan berwarna coklat kehitaman yang cukup banyak
9.3 Penentuan kelas kelarutan
1. Kelarutan dalam air
pada percobaan ini yang kami lakukan dengan memasukan 0,1 gr gula dan ditambahkan 3 ml air suling dan dikocok dengan kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih ( +) .Setelah itu kami memasukan 0,1 gr gram dan menambahkan 3 ml air suling dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) dal larut. setelah itu kami memasukan 0,1 gr tepung tambahkan air suling dan dikocok dengan kuat sehigga kami mendapatkan hasil larutannya keruh (-)
2. Kelarutan eter
pada percobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula lalu menambahkan 0,1 gr gula lalu menambahkan 3 ml eter kami mendapatkan hasil larutan jernih (+) .Setelah itu kami memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml eter dan di kocok dengan kuat kuat kami mendapatkan hasil larutan jernih (+). setelah itu kami memasukan 0,1 minya tambahkan 3 ml eter lalu kocok kuat-kuat mendapatkan hasil larutan jernih (+) .setelah itu memasukan 0,1 gr tepung dan tambahkan 3ml eter lalu dikocok kuat-kuat sehingga mendapatkan hasil larutan keruh (-).
3. kelarutan dalam NaOH 5 %
pada percobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan jernih.setelah itu memasukan 0,1 gr garam lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan jernih. setelah itu memasukan 0,1 gr minyak lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan keruh (-).setelah itu memasukan 0,1 gr tepung lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan keruh (-).
4. Kelarutan dalam HCl
pada per cobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 5 ml HCl 5 % sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) terasa agak panas .memasukan 0,1 gr garam tambahkan 3 ml HCl 5 % dan kocok dengan kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) . memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 5 ml HCl 5 % lalu kocok dengan kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) . memasukan 0,1 gr tepung tambahkan 5 ml HCl 5 % lalu kocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) .
5. Kelarutan dalam NaHCO3 5 %
pada percobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml NaHCO3 5 % dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil timbul gas CO2 (+). setelah itu memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml NaHCO3 5 % dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil tidak timbul gas CO2 (-). setelah itu memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml NaHCO3 5 % dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil tidak timbul gas CO2 (-). setelah itu memasukan 0,1 gr tepung tambahkan 3 ml NaHCO3 5 % dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil timbul gas CO2 (+).
6. Kelarutan dalam H2SO4 pekat
pada per cobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) tidak berwarna . setelah itu memasukan 0,1 gr garam tambahkan 3 ml H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) tidak berwarna . memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+). memasukan 0,1 gr tepung tambahkan 3 ml H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) berwarna orange.
7. kelarutan H3PO4 pekat
pada per cobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+). lalu memasukan 0,1 gr garam tambahkan 3 ml H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+).memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+).memasukan 0,1 gr tepung tambahkan 3 ml H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) timbul bau.
9. 1 . Analisa Unsur
1. Hidrogen
pasa saat melakukan percobaan ini kami melakukan dengan memasukan 1 gr CuO kering lalu dipanaskan dan ditambahkan gula dan dialirkan pipa (CaCOH0)2) setelah itu di panaskan sehingga kami mendapatkan hasil tidak terjadi perubahan namun hanya menjadi kering dan larutan CuO bercampur dengan gula dan larutan melele dan menimbulkan uap dan gas.
2. Halogen
pada melakukan percobaan ini dengan mrnggunakan tes beilstein dengan memanaskan kawat tembaga samai timbul warna kemera-merahan lalu dinginkan dan ditetesi CCL4 lalu kamimengamati warna nyala sehingga kami mengasilkan warna nyala berwarna orange. sedangkan pada tes CaO terlebih dahulu kami memanaskan CaO dalam tabung besar lalu menetesi CCl4 dan mendidikan air suling dan ditambahkan HNO3 encer sehingga kami mendaatkan hasil dimana menimbulkan bau, kemudian timbul gelembung di sekitar kulit telur dan warna larutan menjadi jernih.
9.2. Metode leburan dengan Natrium
1. belerang
pada percobaan ini kami menggunakan larutan L ( putih telur ) lalu kami menambahkan asam pekat HCl lalu didikan dan diperiksa gas melalui kertas saring yang dibasahi dengan Pb asetat 10% lalu kami menambahkan larutan nitroprosside sehingga kami mendapatkan hasil dimana timbul gas dan timbul bau yang tidak sedap dan gumpalan- gumpalan putih
2. nitrogen
pada percobaan ini kami melakukan dengan langkah awal kami memasukan 3 ml larutan L dan menambahkan 3 tetes larutan FeSO4 dan menambahkan 1 tetes FeCl2 dan menambahkan 5 tetes KF sebanyak 10% dan menambahkan 1 ml NaOH 10 % dan mendidikan asam dengan asam sulfat encer sehingga kami mendapkan terjadi perubahan warna yang awalnya larutan berwaarna hiyam lalu berubah menjadi warna kuning kebeningan dan terdapat juga endapan yang berwarna biru berlin
3. Halogen
Pada percobaan in i kami menggunakan kami menggunakan larutan L (putih telur+ HCl) dan diasamkan dengan HNO3 encer dan didihkan untuk menghilangkan HCN lalu ditambahkan AgNO3 encer dan didikan lagi sehingga kami mendapatkan hasil terdapat endapan berwarna coklat kehitaman yang cukup banyak
9.3 Penentuan kelas kelarutan
1. Kelarutan dalam air
pada percobaan ini yang kami lakukan dengan memasukan 0,1 gr gula dan ditambahkan 3 ml air suling dan dikocok dengan kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih ( +) .Setelah itu kami memasukan 0,1 gr gram dan menambahkan 3 ml air suling dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) dal larut. setelah itu kami memasukan 0,1 gr tepung tambahkan air suling dan dikocok dengan kuat sehigga kami mendapatkan hasil larutannya keruh (-)
2. Kelarutan eter
pada percobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula lalu menambahkan 0,1 gr gula lalu menambahkan 3 ml eter kami mendapatkan hasil larutan jernih (+) .Setelah itu kami memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml eter dan di kocok dengan kuat kuat kami mendapatkan hasil larutan jernih (+). setelah itu kami memasukan 0,1 minya tambahkan 3 ml eter lalu kocok kuat-kuat mendapatkan hasil larutan jernih (+) .setelah itu memasukan 0,1 gr tepung dan tambahkan 3ml eter lalu dikocok kuat-kuat sehingga mendapatkan hasil larutan keruh (-).
3. kelarutan dalam NaOH 5 %
pada percobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan jernih.setelah itu memasukan 0,1 gr garam lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan jernih. setelah itu memasukan 0,1 gr minyak lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan keruh (-).setelah itu memasukan 0,1 gr tepung lalu menambahkan 3 ml NaOH 5 % dan dikocok kuat kuat mendapatkan hasil larutan keruh (-).
4. Kelarutan dalam HCl
pada per cobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 5 ml HCl 5 % sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) terasa agak panas .memasukan 0,1 gr garam tambahkan 3 ml HCl 5 % dan kocok dengan kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) . memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 5 ml HCl 5 % lalu kocok dengan kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) . memasukan 0,1 gr tepung tambahkan 5 ml HCl 5 % lalu kocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) .
5. Kelarutan dalam NaHCO3 5 %
pada percobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml NaHCO3 5 % dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil timbul gas CO2 (+). setelah itu memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml NaHCO3 5 % dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil tidak timbul gas CO2 (-). setelah itu memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml NaHCO3 5 % dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil tidak timbul gas CO2 (-). setelah itu memasukan 0,1 gr tepung tambahkan 3 ml NaHCO3 5 % dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil timbul gas CO2 (+).
6. Kelarutan dalam H2SO4 pekat
pada per cobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) tidak berwarna . setelah itu memasukan 0,1 gr garam tambahkan 3 ml H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) tidak berwarna . memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+). memasukan 0,1 gr tepung tambahkan 3 ml H2SO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) berwarna orange.
7. kelarutan H3PO4 pekat
pada per cobaan ini kami memasukan 0,1 gr gula tambahkan 3 ml H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+). lalu memasukan 0,1 gr garam tambahkan 3 ml H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+).memasukan 0,1 gr minyak tambahkan 3 ml H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+).memasukan 0,1 gr tepung tambahkan 3 ml H3PO4 pekat dan dikocok kuat kuat sehingga mendapatkan hasil larutan jernih (+) timbul bau.
X. Pertanyaan Pasca
1. apa kegunaan asam asetat pada percobaan belerang?
2. mengapa pada pada percobaa halogen pada tes CaO jika tidak terdapat terdapat larutan jernih harus di saring dengan kertas saring? jelaskan!
3. apa keguaan larutan H2SO4 pada percobaan nitrogen
XI.Kesimpulan
adapun kesimpulan dalam melakukan pratikum ini ialah
1. identifikasi struktur dari suatu senyawa organik dapat dilakukan dengan analisis kualintatif dengan meraaksikan sampel dengan pelarut tertentu . Analisis kualintatif ialah suatu analisi kimia yang dapat digunakan untuk apa yang terkandung didalam suatu senyawa organik yang akan dianalisis
2. ada bentuk diantara analisa unsur dan tes kelarutan yang dapat dilakukan untuk menguji unsur C, H,N,O,P dan S. sedangkan tes kelarutan untuk menggolongkan senyawa apa itu dengan melihat bagan
3. untuk mengidentifikasikan struktur senyawa organik dilakukan dengan tes nitrogen,belerang, tes hidrogen dan tes kelarutan . dimana tes kelarutan dapat dipengearuhioleh suatu zat, temperatur dan tekanan.
XII. Manfaat
Adapun manfaat kami melakukan pratikum ini ialah kami dapat mengetahui dan memahami prinsip dasar dalam menganalisa kualitatif dalam kimia organik dan dapat mengetahui tentang beberapa senyawa unknow yang akan dianalisa.
vidio pratikum : https://youtu.be/OJCJh4KA4AY
Daftar Pustaka
Ganjdar. 2011. Riview, Teknik Peningkatan Kelarutan Obat. Vol 3. No 2. Palembang ; Universitas Sriwijaya.
Martin, Alfred. 1993. Farmasi Fisik II Dasar-dasar Kimia Fisik dalam Ilmu Kosmetik, Jakarta : UI Press.
Tim Kimia Organik. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik 1. Jambi: Universitas
Tim Kimia Organik. 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik 1. Jambi: Universitas
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/
XIV. Lampiran

gambar 1. anggota kelompok 4

gambar 2. hasil dari analisa pada unsur halogen dengan menggunakan tes beilstein 
gambar 3. Hasil dari analisa unsur halogen dengan menggunakan tes CaO
gambar 4. Hasil dari Kelarutan gula di dalam air
gambar 5. bahan-bahan
.

gambar 3. Hasil dari analisa unsur halogen dengan menggunakan tes CaO

gambar 4. Hasil dari Kelarutan gula di dalam air

gambar 5. bahan-bahan
.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
BalasHapusPerkenalkan nama saya Adriyan Wijaya putra
NIM A1C118035
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1
Menurut saya, kita menggunakan timbal asetat agar kita dapat mengetahui ada atau tidaknya belerang dalam seyawa tersebut Karena selain dari bau kita dapat melihat berhasil atau tidak nya dari munculnya endapan timbal sulfida (PbS).
Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga dapat membantu menjawab permasalahan yang ada
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Assalammualaikum wr.wb
BalasHapusPerkenalkan nama saya Radiah (A1C118045)
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.3
Menurut saya kegunaan asam sulfat pada percobaan analisa nitrogen yaitu berguna untuk mengasamkan larutan yang sebelum nya bersifat basa, agar larutan L (putih telur) dapat menandakan adanya unsur nitrogen dan terdapat endapan biru berlin.
Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga bisa menbantu menjawab pertanyaan yang ada..
Terimakasih
Assalamualaikum, hai paulina, saya Cici Indah Septiana NIM A1C118069 kelas reguler A 2018, akan menjawab pertanyaan nomor 2, menurut saya pada tes CaO yang menggunakan kulit telur, pada saat pengamatan hasil larutannya, akan dikotori oleh sisa sisa kulit telur tersebut sehingga akan terlihat larutan keruh padahal sebenarnya tidak, hanya saja itu adalah sisa kulit telur yang membuat larutan tampak keruh. Sehingga harus disaring agar terlihay jelas larutan jernih atau tidaknya. Terima kasih, Wassalamualaikum
BalasHapus