LAPORAN PRATIKUM
KIMIA
ORGANIK I

DISUSUN
OLEH:
PAULINA
ERIKA MANURUNG
A1C118062
DOSEN
PENGAMPU
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
hasil dari proses sublimasi saat dilihat dari corong
ntuk
prosedur kerja dapat dilihat pada https://paulinaerika.blogspot.com/2020/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html?m=1
VIII. Data Pengamatan
8.1 rekristalisasi
No
|
Perlakuan
|
Hasil pengamatan
|
1
|
Dipanas kan sebnayak 50 ml air suling
|
Air mendidih dan timbul gelembung
|
2
|
Ditambahkan sedikit demi sedikit air suling
kedalam 0,5 gr asam benzoate
|
Larutan bercampur
|
3
|
Disaring campulan
stelajh itu tampung fitrat ke dalam gelas kimia ,lalu disiram endapan
yang tersisa di kertas saring setelah
itu jenukan dan dinginkan menggunakan es
|
Terbentuk kristal
|
4
|
Disaring kristal yang terbentuk dan keringkan
|
Kristal telah dikeringkan
|
5
|
Uji titik leleh dan juga kristalnya lalu bandingkan
data dengan handbook
|
Bentuk kristal bulat bulan kecil
Titik lelehnya = 115 c
|
8.2. sublimasi
No
|
Perlakuan
|
Hasil
pengamatan
|
1
|
Masukan
1 sampai 2,5 gr naftalen tercemar dalam cawan penguap, setelah itu ditutup
dengan menggunakan kertas saring yang telah dibuat lobang
|
Zat
telah tidak murni karena telah bercampur dengan pasir
|
2
|
Disumbat
corong dengan glass wool dan dipanaskan pada nyala api
|
Adanya
uap naftalen pada corong dikarenakan telah menyublim
|
3
|
Dikumpulkan
zat yang ada pada kertas saring dan diuji titik leleh dan bentuk kristalnya
|
Adanya
zat yang menguap pada kertas saring
Titik
mulai melele = 87 C
Titik
tepat meleleh semua = 90 c
|
IX. Pembahasan
Dalam memurnikan suatu zat pada dari
campurannya kita memerlukan pendekatan dan juga Teknik yang khusus. Pendekatan yang
harus kita lakukan dengan mengenal zat padat yang ingin dimurnikan dan juga
mengetahui sifat fisik dan juga sifat kimianya. Memahami sifat fisik dan kimia sangat berpengaruh keberhasilan pemisahan zat
padat yang ingin dipisahkan suatu zat padat yang ingi dimurnikan daru suatu
pelarut. Factor Teknik dalam memurnikan suatu pada beragam-ragam diantaranya
yaitu Teknik kristalisasi ,sublimasi dan khromatografi. Teknik yang akan kita
pilih tergantung dari kompleksitas kemurnian dari zat padat dan juga sifat
-sifat fisik dan kimianya, dimana semakin kompleks campuranya akaakan menuntut teknit yang kompleks untuk
memisahkan nya,kita juga harus mempertimbakan efisien dari bahan alat dan waktu
yang kita perlukan dalam memisahkan zat padat
/http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/.
/http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/.
9.1 Rekristalisasi
Rekristalisasi ialah suatu zat padat yang
mana zat padat dari hasil reaksi organik tercampur dengann zat padat yang lain,
prinsip yang kita gunakan pada percobaan ini mengacu pada perbedaan kelarutan
yaitu antara zat yang akan kita murnikan dengan zat pencampurnya, yang mana
larutan yang akan dipisahkan satu sama lain tersebut kemudian zat yang igin kita larutkan dalam
suatu pelarut lalu dikristalkan kembali dengan cara menjenuhkannya. Pada percobaan ini dilakukan proses
rekristalisasi bertujuan muntuk memurnikan asam benzoate dari pengotornya
dengan menggunakan prinsip berdasarkan gradien temperatur yang mana zat murni akan relative larut dalam temperatur yang tinggi dan mengkristal pada temperature yang rendah. Langkah
awal yang kami lakukan ilah menimbang asam benzoat dengan timbangan analitik
sebanyak 0,5 gr. Asam benzoat yang sudah ditimbang lalu dimasukan ke dalam
gelas kimia , kemudian tambahkan methanol bertujuan untuk melarutkan dan juga
menjenuhkan asam benzoate dan juga digunakan pelarut seperti kloroform. Gelas kimia yang telah berisi larutan asam benzoat
dengan methanol lalu dipanaskan di atas penanas supaya dapat larut. Selama terjadi
proses kristalisasi ini hanya partikel murni yang akan mengkristal namun zat
zat yang tidak diinginkan akan tetap berwujud cair. Titik leleh senyawa murni
ialah temperatut ( suhu ) dimana fasa padat dan pasa cair senyawa akan berada
dalam kesetimbangan 1 atm. Dimana dalam menguju titik leleh kami mendapatkan
hasil titik leleh nya 115 C.
9.2. sublimasi
Sublimasi yaitu salah satu pemisahan
zat-zat yang mudah menyublim dari perubahan wujud zat padat ke bentuk gas atau
pun sebaliknya. Jika partikel penyusun
suatu zat di berikan kenaikan suhu maka partikel akan menyublim menjadi gas dan
juga sebliknya jika suhu gas diturunkan maka akan terjadi gas akan berubah wujudnya menjadi panas. Syarat pemisahan
campuran pada sublimasi ialah partikel yang bercampur mempunyai perbedaan titik
didih yang besar sampai mendapatkan hasil uap dengan tingkat kemurnian yang
tinggi. Syarat sampel untuk sublimasi ialah dimana sifat kimia mudar menguap bertujuan
untuk mempermudah proses sublimasi dan syarat nya juga sampel tidak mengalami
proses pendahuluan terlebih dahulu sebagai contohnya ialah kapur barus dan naftalen.
Pada percobaan ini kami melakukan terlebih dahulu dengan memasukan 1 – 2,5 gr
naftalen tercemar ke dalam cawan penguap lalu ditutup dengan menggunakan kertas
saring yang telat dibuat dimana kami mendapatkan hasil zat tersebut tidak murni
lagi karena telah tercampur dengan pasir . setelah itu yang kami lakukan
menyumbat corong dengan menggunakan glass wool lau memaskannya pada nyala api
dimana kami mendapatkan hasil terdapat uap naftalen pada corong dikarenakan
telah menyublim. Selanjutnya yang kami lakukan mengumpulkan zat yang ada pada
kertas saring lalu diuji titik leleh dan bentukn kristalnya dimana kami
mendapatkan hasil terdapat zat yang
menguap pada kertas saring dan juga titik mulai melelehnya = 87 C dan ketika
titik tetap melele semua = 90 C.
X. manfaat
Dengan melakukan pratikum ini manfaat yang
saya dapatkan ialah dapat melakukan kristalisai
san juga dapat menjernikan dan menghilangkan warna larutan .
XI. pertanyaan
1. mengapa pada saat melakukan proses sublimasi corong harus ditutup menggunakan glass wool ?
2 . apa pengaruh dari kertas saring dilubangin ?
3. mengapa pada larutan asam benzoat harus disaring dalam keadaan panas?
XII. kesimpulan
1. Rekristalisasi
ialah Teknik pemisahan dengan cara pengkristalan kembali berdaskan dengan titik
bekunya
2. Permurnian
zat dilakuakn bertujuan untuk memurnikan zat dari pengotornya
3. Sublimasi
ialah proses yang perubahan zat dari padat menjadi uap dan begitu pula
sebaliknya
4. Percobaan
berjalan dengan baik apabila dilakukan dengan langkah yang benar sesuai dengan
yang yang telah aturan yang ditentukan.
XIII. Daftar pustaka
Arsyad.m.natsir.2001. kamus kimia arti dan penjelasan istilah.jakarta Gramedia.
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/
Masruri ,dkk.2010 .Pengaruh variasi temperatur dan konsentrasi katalis pada kinetika reaksi hidrolisis tepung kulit ketela.Jurusan teknik kimia.universitas sebelas Maret Surakarta.
Svehla.2012. kimia organik I.jakarta: Erlangga
Tim kimia organik I.2020.penuntun kimia organik I .Jambi : universitas Jambi
Arsyad.m.natsir.2001. kamus kimia arti dan penjelasan istilah.jakarta Gramedia.
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/
Masruri ,dkk.2010 .Pengaruh variasi temperatur dan konsentrasi katalis pada kinetika reaksi hidrolisis tepung kulit ketela.Jurusan teknik kimia.universitas sebelas Maret Surakarta.
Svehla.2012. kimia organik I.jakarta: Erlangga
Tim kimia organik I.2020.penuntun kimia organik I .Jambi : universitas Jambi
Untuk video dapat dilihat pada https://youtu.be/SP6a50OKJLU
lubang lubang kecil pada kertas saring untuk melakukan proses sublimasi
penimbangan naftalen dan juga zat pengotorhasil dari proses sublimasi saat dilihat dari corong
proses sublimasi selama 5 menit
hasil setelah dilakukan pemanasan untuk proses sublimasi terdapat banyak zat yang tertempel di cawan





Haiii paulina ,perkenalkan saya nada fitri rahman dengan nim A1C118057, dari kelas reguler A'18. Disini saya akan mencoba menjawab pertanyaan paina nomor 2. Apa pengaruh kertas saring dilubangi? Menurut saya hal itu ada beberapa kemungkinan , yang mana kemungkinan itu adalah dikarenakan saat penyaringan larutan larutan tersebut tidak dapat turun karena lubang yang ada tidak sepenuhnya tebuka (masih menutup) maka hal ini diperlukan pelubangan kertas saring sedikit agar larutan dapat tersaring dengan cepat dan baik.
BalasHapusTerimakasih
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusHai Paulina, saya Isnaini Puji Rahayu,NIM A1C118020. saya akan menjawab soal no 1. Menurut saya, corong harus ditutup glass wool agar tidak ada celah. Sehingga uap gas dari naftalen dapat tertahan di dalam corong.
BalasHapushai paulina,perkenalkan saya indah syafitri NIM A1C118018 akan membantu menjawab pertanyaan no 3. Karena asam benzoat memiliki titik leleh yang tinggi yang dapat larut ketika menggunakan pelarut yang memiliki titik didih yang tinggi jga, oleh sebab itu asam benzoat dilarutkan dengan air panas
BalasHapus